Perlu Diketahui! 5 Cara Efektif Dalam Mencegah Terjadinya Bencana Alam Tanah Longsor

Perlu Diketahui! 5 Cara Efektif Dalam Mencegah Terjadinya Bencana Alam Tanah Longsor

Salah satu bencana alam yang sering terjadi di negara kita tercinta ini, Indonesia, ialah bencana alam Tanah Longsor. Bencana alam yang satu ini sifatnya datang secara tiba-tiba.

Untuk menghindari resiko tanah longsor yang bisa memakan harta bernda maupun korban jiwa, cara mencegah tanah longsor perlu diketahui dan dipraktekkan secara bersama oleh masyarakat sekitar.

Bencana alam tanah longsor sendiri pada umumnya terjadi di daerah atau wilayah yang terdapat banyak lereng dengan kemiringan sekitar di atas 45 derajat. Meski demikian, tanah longsor juga bisa terjadi di dataran tanah yang memiliki bidang datar walaupun kemungkinannya sangat kecil sekali.

Perlu Diketahui! 5 Cara Efektif Dalam Mencegah Terjadinya Bencana Alam Tanah Longsor

Demi alasan keamanan untuk semua orang, khususnya untuk masyarakat yang terdapat di sekitaran daerah rawan longsor, masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda terjadinya bencana alam yang satu ini.

Juga tidak bosan untuk selalu mentaati aturan-aturan dan cara mencegah dan menanggulangi terjadinya tanah longsor. Maka dari itu, berikut beberapa cara mencegah tanah longsor yang paling efektif. Simak penjelasannya!

Jangan Membangun Rumah Persis Di Bawah Tebing atau Lereng

Untuk cara mencegah terjadiny atanah longsor yang pertama ialah dengan tidak membangun rumah persis di bawah tebing atau lereng. Cara ini merupakan upaya untuk pencegahan terjadinya tanah longsor yang paling dasar dan bisa diterima dengan masuk akal.

Nah, untuk menanggulanginya jatuhnya para korban jiwa dan kerugian harta benda ialah tidak membangun rumah atau tempat tinggal di bawah tebing atau lereng yang sangat beresiko tertimbun longsor tersebut. Perlu diketahui juga, bahwa masyarakat harus mengetahui bagaimana bahaya dan resiko membangun rumah persis di bawah tebing atau lereng.

Jangan Menebang Pepohonan yang Tumbuh di Lereng

Cara mencegah terjadinya tanah longsor atau cara menanggulangi tanah longsor yang paling efektif yang kedua adalah dengan tidak menebang pepohonan yang tumbuh lereng pegunungan. Mengapa hal tersebut harus dilakukan? Karena akar-akar pohon itu sangat berguna dalam membuat struktur tanah menjadi lebih kuat dan kokoh sehingga tanah yang berada di lereng tersebut tidak mudah longsor apabila musim hujan tiba.

Cara Menanggulangi Tanah Longsor Dengan Beton atau Benteng

Kemudian untuk mencegah terjadinya tanah longsor berikutnya ialah dengan membangun semacam benteng atau beton. Keduanya dibuat untuk menutupi lereng ataupun tebing dan benteng atau beton ini bisa berupa bangunan dari semen yang mampu menutupi tebing atau lereng tanah tersebut.

Hal ini dapat membantu untuk meminimalisir terjadinya tanah longsor karena tanah akan tertahan oleh semen tersebut sehingga tidak mudah longsor. Ketika air hujan pun turun dengan sangat deras, terkadang bisa merembes masuk hingga ke dalam tanah sehingga membuat stuktur tanah menjadi ssangat rapuh.

Pada akhirnya nanti, struktur tanah yang rapuh tersebut akan longsor dan menimpa bangunan sekitar yang ada tepat dibawahnya bersamaan dengan seluruh hal yang tengah ada di dalam bangun tersebut.

Waspadai Apabila Hujan Deras Turun Secara Terus-Menerus

Waspadai Apabila Hujan Deras Turun Secara Terus-Menerus

Cara mencegah tanah longsor selanjutnya adalah dengan selalu waspada ketika hujan deras turun, apalagi ketika memasuki musim hujan saat hujan turun terus menerus. Bagaimana cara agar kita selalu waspada?

Apabila hujan deras telah berlangsung selama tiga jam atau lebih, maka kita harus waspada dan bertindak cepat, salah satunya adalah dengan mengungsi ke tempat lain atau menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Baca Artikel Lain↓↓↓

Filipina dilanda Bencana Topan Conson, Sejumlah Bangunan Rusak Parah

Jika kita tidak dapat mencegah bencana tanah longsor, setidaknya kita dapat meminimalisir kemungkinan jatuhnya korban jiwa.

Hindari Mendirikan Bangunan Tempat Tinggal Di Atas Tebing

Rumah atau tempat tinggal yang berada tepat di atastebing atau lereng pegunungan akan selalu membuat orang-orang kagum dan menganga jika melihatnya. Tren bangunan di atas tebing ini memang terasa berbeda dari yang lain dan rasanya tidak ada matinya. Terkesan unik dan selalu mengesankan dalam melihatnya sehingga seringkali dijadikan untuk tujuan objek wisata.

Namun, apakah kalian tahu? Bahwa lahan untuk pendirian bangunan tempat tinggal tersebut yang terdapat di atas bukit tidak baik dan sangatlah berbahaya. Bangunan yang terdapat di atas bukit itu bisa memicu terjadinya longsor karena ada penekanan tanah yang dilakukan oleh bangunan itu sendiri.

Makanya, pendirian banguna tempat tinggal di atas lereng atau bukit lebih baik diminimalkan saja karena kurang baik untuk tanah dan akan menimbulkan resiko terjadinya tanah longsor. Cara mencegah tanah longsor ini jauh lebih mudah untuk dilakukan ketimbang jika harus menanggung dampak bencananya nanti.

Menteri Sosial Risma Menceritakan Ada Usul Tersambar Petir Termasuk Bencana Alam

Menteri Sosial Risma Menceritakan Ada Usul Tersambar Petir Termasuk Bencana Alam

Tri Rismaharini atau yang akrab disapa dengan Risma selaku Menteri Sosial mengajukan bahwa cuaca ekstrem masuk sebagai kategori bencana alam.

Hal tersebut ia sampaikan dalam rapat membahas DIM RUU penanggulangan Bencana bersama Komisi VIII DPR RI dan juga Komite II DPD RI di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan pada hari Selasa, 5 Oktober 2021 kemarin.

Menteri Sosial Risma Menceritakan Ada Usul Tersambar Petir Termasuk Bencana Alam

Uniknya, ada yang mengusulkan kepada dirinya bahwa jika ada orang yang tersambar petir atau gledek masuk dalam kategori terkena musibah bencana alam.

“Pada pasal 29 tercantum jenis bencana yang sebelumnya tidak ada cuaca ekstrem karena kami khawatir seperti puting beliung, itu belum masuk. Kemudian kemarin ada yang mengajukan ke kami kena samber geledek belum masuk. Karena itu kemudian kami mengajukan cuaca ekstrem dan bencana alam lainnya itu kami masukkan,” kata Risma.

Kemudian, kegagalan konstruksi skala besar dan kebakaran hutan dan lahan, Politikus PDIP itu mengusulkan masuk pada pasal 30 kategori bencana non alam. Kalimat wabah dalam bencana non alam ia coret karena menurutnya sudah termasuk kategori pandemi.

“Yang bencana non alam pada pasal 30 kami mencoret wabah, kalau di pengertian bahasa Indonesia bahwa wabah itu termasuk pandemi, jadi kami mencoret wabah, namun kami memasukkan kegagalan konstruksi skala besar, misalkan ada jebolnya bendungan,” tutur Risma.

Baca Juga⇓⇓⇓

Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Saat Gempa Bumi 7,2 M Guncang Vanuatu

“Itu kami masukkan di dalam bencana, kemudian berikutnya kebakaran hutan dan lahan itu kami masukkan ke non alam kebakaran hutan dan lahan jadi satu,” lanjutnya.

Mengapa Petir Sering Terjadi Pada Musim Penghujan?

Mengapa Petir Sering Terjadi Pada Musim Penghujan?

Tak terasa sudah masuk musim penghujan akhir-akhir ini. Namun, kondisi cuaca yang terjadi seringkali dipengaruhi oleh berbagai faktor alam yang tidak sedikit sehingga menyebabkan fenomenaseperti hujan ekstrem yang disertai dengan badai, petir, dan juga angin kencang.

Salah satu bentuk gangguan cuaca yang terkadang bisa terjadi akibat dari dampak cuaca yang sangat ekstrem adalah badai petir.

Badai ini biasanya berlangsung singkat dan hampir selalu dikaitkan dengan petir, guntur, awan tebal, hujan yang lebat hingga hujan es, dan angin kencang. Lantas, mengapa badai petir sering terjadi pada musim penghujan?

Ketika ada lapisan udara hangat yang lembab dan naik dalam arus besar yang deras ke daerah atmosfer yang lebih dingin, maka badai petir ini akan terjadi. Presitipasi terjadi ketika ada kandungan yang mengembun dan membentuk awan kumulonimbus yang menjulang tinggi. Selanjutnya, udara dingin akan jatuh ke bumi dan menghantam tanah dengan aliran angin horizontal yang kuat. Kemudian pada saat yang sama muatan listrik terakumulasi dengan partikel awan yaitu tetesan air dan es. Tahukah Anda bahwa petir memanaskan udara yang melaluinya dengan sangat kuat dan cepat hingga memunculkan gelombang kejut yang terdengar seperti tepukan tangan dan gulungan guntur.

bahwa pelepasan petir sebenarnya terjadi ketika ada akumulasi muatan listrik yang besar. Ketika ada badai petir, maka biasanya akan ada tornado, hal tersebut akan terjadi jika badai tersebut terjadi cukup ekstrem dan disertai dengan adanya pusaran udara yang berputar-putar dengan konsentrasi yang kuat. Badai petir diketahui terjadi di hampir setiap wilayah di dunia, meskipun jarang terjadi di wilayah kutub dan jarang terjadi pada garis lintang yang lebih tinggi dari 50° LU dan 50° LS. Oleh karena itu, daerah beriklim sedang dan tropis di dunia adalah yang paling sering muncul badai petir.

Formasi dan struktur badai petir yaitu berupa gerakan atmosfer vertikal, gangguan yang paling sebentar tapi sangat hebat yang melibatkan area udara yang naik dan turun. Badai petir memang tidak stabil dengan gerakan vertikal. Setiap kali mulai hangat, maka hal tersebut akan muncul dikarenakan udara ringan ditimpa oleh udara yang lebih dingin dan berat. Hingga udara yang lebih dingin cenderung tenggelam dan memindahkan udara yang hangat keatas.

Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Saat Gempa Bumi 7,2 M Guncang Vanuatu

Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Saat Gempa Bumi 7,2 M Guncang Vanuatu

Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Saat Gempa Bumi 7,2 M Guncang Vanuatu

Intensitas kekuatan gempa bumi yang mengguncang kawasan dekat Kepulauan Vanuatu yang terletak di Pasifik Selatan pada hari Sabtu, 2 Oktober 2021 dengan berkekuatan magnitudo 7,2 menurut catatan Pusat Seismologi Mediterania Eropa (EMSC).

Meski demikian, menurut keterangan dari Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat (TWC) yang berpusat di Hawaii, tidak adanya peringatan dini mengenai gelombang tsunami dari gempa yang terjadi di negara Vanuatu tersebut.

Dalam catatan EMSC dikatakan bahwa, kedalaman gempa yang terjadi di area yang dekat wilayah Vanuatu mencapai hingga 541 Km. Karena begitu dalamnya, gempa diperkirakan gempa bumi tersebut tidak akan memicu terjadinya gelombang tsunami ataupun menimbulkan kerusakan bangunan yang ada.

Sejauh ini, yang dikutip dari berbagai media terpercaya setempat, mengatakan bahwa belum adanya laporan mengenai korban tewas, hilang ataupun luka dan juga kerusakan bangunan yang ada di wilayah Vanuatu.

Pada periode bulan Agustus lalu, peringatan tsunami dini untuk negara Vanuatu dicabut usai gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,9 yang melanda negara pulau itu.

Gempa dideteksi pada kedalaman 96 Km, yang berasal dari barat alut Port Viladengan episentrum sekitar 350 Km, yang dirilis oleh Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS)

Tepat pada tanggal 6 September lalu, gempa dengan kkeuatan 6,6 yang mengguncang daerah lepas pantai Vanuatu. Berada pada sekitar 95 Km episentrumnya dari Port Villa yang merupakan ibu kota negara Vanuatu.

Pada hari yang sama, gempa dengan kisaran magnitudo 6,0 juga mengguncang Chile. USGS mencatat bahwa kedalaman gempa mencapai hingga 28,3 Km, dengan episentrum sekitar 49 Km yang berasal dari kota Ovalle.

Sebelumnya, pada lima tahun yang lalu, sekitar periode bulan April, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,2 mengguncang Vanuatu. Gempa susulan tersebut terjadi tidak lama seusai guncangan yang pertama kali dengan kekuatan 5,9 di area yang sama dari Port Olry yang terletak di pulau Espiritu Santo.

Gempa Bumi Magnitudo 6,5 Guncang Lepas Pantai Vanuatu

Gempa Bumi Magnitudo 6,5 Guncang Lepas Pantai Vanuatu

Gempa magnitudo disebabkan oleh adanya pergerakan lempeng antar benua dan antar samudera. Gempa berkekuatan magnitudo 6,5 tersebut mengguncang lepas pantai negara Vanuatu yang terjadi pada periode September lalu.

Gempa tersebut tidak menyebabkan terjadinya gelombang tsunami sehingga tidak akan memporak-porandakn bangunan dan korban jiwa.

Menurut Otoritas Chile dalam laporannya menyebutkan bahwa sejauh ini belum adanya laporan terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa yang diakibatkan oleh gempa bumi tersebut.

Pada bulan Februari 2010 silam, Chile juga pernah diguncang gempa dengan kekuatan 8,8 SR. Pada waktu itu, gempa mengakibatkan 500 orang tewas dan jaringan telekomunikasi di daerah yang terdampak gempa bumi tersebut benar-benar terputus dengan pemerintah pusat yang berlokasi di Santiago.

Baca Juga ⇒ Akankah Ibukota Akan Tenggelam di Tahun 2030?

Jika dilihat dari peta geografiknya, Chile dan Vanuatu merupakan dua dari sejumlah negara yang ada di dunia yang rentan terhadap aktivitas vulkanik maupun seismik sehingga bisa dikatakan daerah dengan rawan terjadinya bencana alam seperti gempa bumi.

Waspadai 5 Tanda Akan Terjadinya Gempa Bumi yang Harus Anda Ketahui

Waspadai 5 Tanda Akan Terjadinya Gempa Bumi yang Harus Anda Ketahui

Bencana alam gempa bumi adalah salah satu dari sekian banyak bencana yang sangat menakutkan bagi makhluk hidup di bumi ini. Apalagi kita tinggal di negara Indonesia yang termasuk negara paling rawan terhadap bencana alam seperti gempa bumi ini.

Waspadai 5 Tanda Akan Terjadinya Gempa Bumi yang Harus Anda Ketahui

Maka dari itu, usahakan sebisa mungkin untuk mempelajari dan mewaspadai ciri-ciri yang biasanya akan terjadi gempa bumi. Mitigasi bencana sangat diperlukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengurasi dampaknya serta resiko-resiko setelah terjadinya peristiwa alam tersebut.

Berikut tanda-tanda yang bisa dilihat jika peristiwa akam itu akan terjadi. Simak penjelasannya:

1. Muncul Awan yang Berbentuk Seperti Pohon

Banyak orang menganggap sepele hal ini, akan tetapi jika kamu sudah melihat dan mengetahuinya cepat-cepatlah untuk segera mencari keamanan. Awan yang betuknya seperti angin puting beliung, pohon ataupun batang pohon biasa posisinya berdiri dan tegak.

Awan ini memang kelihatan dari bentuknya aneh, disebabkan oleh banyak faktor diantaranya karena adanya gelombang elektromagnetis yang ada akibat adanya pergeran lempeng-lempeng bumi atau patahan-patahan yang memicu berdaya kuat hebat dari dalam bumi.

Kemudian gelombang elektromagnetis itu ‘menyerap’ daya listrik pada awan, sehingga terbentuklah awan yang kelihatannya seolah-olah berdiri tegak.

Namun, ada juga faktor lain yang menyebabkan munculnya bentuk awan ini bukan hanya karena gelombang elektromagnetis saja. Melainkan karena adanya pengaruh angin dan lain-lain.

Jadi jika kamu melihat awal yang berbetuk seperti itu, belum bisa dipastikan bahwa dimana tempat kamu berada akan terjadi gempa bumi.

2. Seperangkat Alat Elektronik di Dalam Rumah Mengalami Gangguan Tak Wajar

Sebelum terjadinya gempa bumi, biasanya alat-alat elektronik pasti mengalami gangguan aneh. Misalnya lampu yang nyala-redup, mesin faksimile yang terus berkedip, transmiti data jaringan mengalami gangguan berulang kali atau bisa juga televisi yang selalu mengeluarkan suara tak wajar bunyinya ‘brebet’.

Jika semua hal tersebut terjadi, ada kemungkinan besar akan terjadi gempa bumi. Peralatan elektronik tersebut mengalami gangguan dikarenakan memang adanya gelombang elektromagnetis dengan frekuensi tinggi dekat rumah kita.

3. Perlihatkan Perilaku Hewan yang Aneh, Gelisah dan bahkan Tiba-tiba Menghilang

Jika disekitar tempat tinggalmu, kamu melihat banyak sekali tingkah laku hewan yang sangat aneh. Kamu wajib curiga dan waspada. Utamakan keselamatan diri kamu sendiri, karena ini sangat penting agar tidak memakan jumlah korban jiwa yang sangat parah dan banyak.

Ada beberapa hewan yang dapat merasakan getaran gelombang elektromagnetik yang kuat. Bisanya hewan-hewan tersebut akan berlarian untuk bisa mneyelamatkan diri, sebelum goncangan yang akan lebih besar terjadi.

Munculnya Cahaya Aneh dan Guncangan Kecil Juga Pertanda Akan Terjadinya Gempa Bumi

Munculnya Cahaya Aneh dan Guncangan Kecil Juga Pertanda Akan Terjadinya Gempa Bumi

4. Munculnya Cahaya

Cahaya gempa yang dimaksud ini meskipun jarang ditemukan atau muncul tapi mungkin saja ini bisa jadi pertanda akan terjadinya goncangan yang sangat besar dan gempa bumi Biasanya cahaya ini nampak sekilas saja dan banyak orang mengira cahaya tersebut berasal dari UFO atau Alien.

Jika kamu sudah tahu bahwa munculnya cahaya aneh di wilayah tempat tinggalmu, langkah sebaiknya yang harus kamu lakukan ialah siap siaga dalm menghadapi goncangan yang kemungkinan besar akan terjadi.

5. Munculnya Gempa-gempa Kecil

Selain dari pada tanda-tanda yang sudah disebutkan diatas, tanda lainnya ialah goncangan-goncangan kecil yang terjadi di wilayah yang akan terjadinya gempa bumi.

Biasanya goncangan kecil ini menjadi pertanda bahwa akan terjadinya goncangan hebat yang menyebabkan gempa bumi. Dan goncangan kecil ini juga berlangsung sangat ringan dan cepat.

Maka, jika kamu sudah merasakan goncangan kecil ditempatmu. Lebih baik cari tempat yang aman dan menunggu beberapa menit hingga jam untuk menghindari terjadinya gempa bumi yang akan terjadi.

Baca artikel lainnya: Waspada! Maluku Tengah Berpotensi Tsunami Non Tektonik

Gunung Berapi Merupakan Peristiwa Alam yang Tidak Dapat Kita Hindari

Gunung Berapi Merupakan Peristiwa Alam yang Tidak Dapat Kita Hindari

Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS) merupakan sebuah badan atau agensi ilmiah yang dimiliki oleh pemerintahan Amerika Serikat (AS). Para ilmuwan yang bernaung di dalam badan ini mempelajari lansekap Amerika Serikat, sumber daya alamnya dan juga segala jenis bencana alam yang dapat mengancamnya. Agensi ini mempunyai 4 disiplin ilmu ilmiah yang utama, diantaranya biologi, geografi, air, dan geologi. Organisasi ini adalah suatu badan riset pencari fakta yang tidak memiliki kekuasaan dalam mengaturnya.

Gunung Berapi Merupakan Peristiwa Alam yang Tidak Dapat Kita Hindari

Menurut catatan USGS, mencatat bahwa struktur Bumi yang berada pada wilayah inti bagian luar hingga mantel Bumi yang terdiri dari banyak batuan yang mencair akibat suhu yang sangat panas.

Batuan-batuan cair tersebut akan menjadi magma, terus bergerak naik yang pada akhirnya mengisi ruang magma di bawah kerak Bumi. Jika magma sudah penuh dan tidak dapat terbendung lagi, maka secara otomatis akan keluar sebagai lava melalui gunung berapi.

Nah, untuk energi yang diakibatkan oleh letusan gunung berapi beraneka macam tergantung banyaknya magma yang dikandung. Semakin kencang daya letusannya, berarti magma yang dikandung semakin banyak. Biasanya, energi yang diakibatkan dari letusan bisa sangat masif dan bahkan mempengaruhi kehidupan yang ada di sekitarnya.

Baca juga: Minahasa Tenggara Dilanda Banjir Bandang, Puluhan Rumah Terendam

5 Letusan Gunung Berapi Terhebat, Indonesia Paling Banyak!

5 Letusan Gunung Berapi Terhebat, Indonesia Paling Banyak!

Inilah beberapa letusan yang diakibatkan dari gunung berapi yang paling dahsyat di dunia dan di antaranya Indonesia masuk kategori yang paling banyak. Bahkan daya kekuatannya melebihi bom atom yang pernah terjadi di dunia. Simak penjelasannya berikut ini!

1. Letusan Gunung Pinatubo di Filipina

Gunung Pinatubo merupakan gunung berapi yang aktif dan sangat terkanal di Filipina. USGS mencatat bahwa gunung berapi tersebut pernah meletus dengan sangat dahsyat pada tanggal 15 Juni 1991 lalu di sebuah desa di Filipina.

Setahun sebelum terjadinya letusan hebat tersebut, Filipina dilanda gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 SR yang terjadi di 100 Kilometer Timur Laut Gunung Pinatubo. Penduduk setempat mengkhawatirkan yang akan terjadi di tahun tersebut, karena sudah hampir 500 tahun Gunung Pinatubo tidak meletus.

Tepat pada bulan April 1991, terdapat ribuan gempa yang pernah terjadi persis di bawah kawasan Pinatubo, di mana gempa ini yang mempengaruhi naiknya magma ke atas permukaan dengan ketinggian 32 Kilometer. Puncaknya terjadi di bulan Juni, di mana Gunung Pinatubo meletus dan mengeluarkan ratusan ribu ton gas sulfur dioksida.

Pada bulan yang sama, jutaan meter kubik magma meledak dalam sebuah letusan yang sangat dahsyatsejak letusan Pinatubo 500 tahun yang lalu. Awan abu yang dilontarkan mencapai 35 Kilometer hingga ke udara, angin yang meniup abu tersebut sampai ke perairan Samudera Hindia.

Sebanyak 20 juta ton gas sulfur juga terlontar ke udara bebas, membuat desa di sekitarnya hancur dan tak dapat ditinggali dengan jangka waktu yang cukup lama. Untungnya, bencana alam ini sudah diprediksikan oleh para ahli geologi dari negara Amerika Serikat pada sebelumnya, sehingga bisa meminimalisir banyaknya korban jiwa berjatuhan.

2. Letusan Gunung Vesuvius di Italia

Letusan Gunung Vesuvius ini menghancurkan hampir seluruh bagian kota Pompeii yang berada di Italia dan merupakan salah satu letusan gunung berapi yang paling hebat yang pernah terjadi di sepanjang sejarah manusia. Gunung Vesuvius tercatat sudah meletus lebih dari 50 kali dan letusan yang paling dahsyat terjadi pada tahun 79 Masehi.

Seluruh kota bersejarah Pompeii telah tertutup oleh lahar panas dari gunung tersebut. Bahkan kegelapan menyelimuti kota itu dalam jangka waktu yang lama. Dengan semburan abu panas yang sangat beracun itu yang bergerak dengan kecepatan 140 km per jam, akan membuat siapa saja pasti terkubur hidup-hidup tanpa bisa selamat.

Akibat dari letusan yang sangat dahsyat itu, seluruh Kota Pompeii terkubur oleh abu vulkanik dan kurang lebih 17 ribu orang tewas dalam peristiwa mengenaskan itu. Setelah ratusan tahun lamanya, Kota Pompeii dan kota-kota kecil lainnya yang berada di sekitarnya telah menjadi kota yang tinggal kenangan.

3. Letusan Gunung Tambora di Indonesia

Letusan Gunung Tambora tercatat dalam sejarah dunia yang menjadi salah satu letusan gunung berapi terbesar dan paling dahsyat di dunia. Tepatnya pada bulan April 1815 letusan gunung tersebut melontarkan abu, batuan, lava dan gas-gas paling beracun sebanyak 150 km kubik. Selain itu juga ada belerang dengan jumlah 70 megaton yang terhempaskan bebas ke angkasa.

Peristiwa dahyat ini memberi dampak global bagi dunia, yakni subu di seluruh permukaan Bumi sebesar 3 derajat Celcius. Korban jiwa yang diakibatkan dari letusan gunung berapi ini mencapai hingga 100 ribu jiwa.

10 ribu orang meninggal langsung akibat letusan ini, dan sekitar 90 ribu orang meninggal akibat kelaparan karen atidak adanya bahan pangan utama yang diakibatkan oleh letusan gunung itu. Pepohonan dan tanaman tidak dapat tumbuh lamanya dengan baik pasca terjadinya letusan. Hal ini juga berdampak dan mempengaruhi jumlah pangan di seluruh dunia.

Buruknya lagi, setahun setelah terjadinya letusan gunung Tambora tersebut, hampir sepanjang satu tahun lamanya sinar Matahari tidak bisa menjangkau permukaan Bumi. Akibatnya, setahun itu merupakan tahun yang dilalui tanpa adanya musim panas. Cuaca dingin terjadi dimana-mana yang membuat para petani dan peternak gagal panen sehingga menimbulkan bencana kelaparan di seluruh wilayah tersebut.

4. Letusan Gunung Krakatau di Indonesia

Masih di Indonesia, Letusan Gunung Krakatau ini terjadi tepat pada bulan Agustus 1883. Dalam sejarah peradaban manusia, letusan Gunung Krakatau ini dianggap sebagai letusan yang paling hebat dan terdahsyat yang pernah terjadi di muka bumi.

Diperkirakan ada sekitar 50 ribu korban jiwa yang meninggal akibat bencana gunung meletus itu. Letusan yang diakibatkan gunung Krakatau itu juga menurunkan suhu global, sehingga rata-rata suhu di belahan dunia manapun menjadi lebih dingin walaupun sedang terjadi musim panas.

Bahkan, letusan gunung Kratau ini juga terdengar jelas sampai ke Benua Australiadan dengan radius sejauh 4.500 Km. Bencana alam ini melontarkan banyak material vulkanik ke udara bebaskurang lebih sejauh 40 Km dengan kecepatan rata-rata 100 Km per jam nya.

Letusan yang sangat dahsyat ini mendapatkan peringkat ke-6 dalam Volcano Explosion Index, yang artinya setara dengan ledakan 200 megaton TNT. Juga ledakan semacam ini memiliki kekuatan puluhan ribu kali lebih dahsyat dan hebat jika dibandingkan dengan bom atom yang pernah terjadi di Kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

5. Letusan Gunung Toba di Indonesia

Ternyata, letusan gunung Krakatau dan gunung lainnya bukanlah letusan yang paling hebat. Nyatanya, ada lagi letusan yang paling hebat dan kuat yakni Letusan Gunung Toba. Untungnya, letusan gunung Toba ini yang sangat super dahsyat terjadi di masa purba, yakni pada 73 ribu hingga 75 ribu tahun yang lalu.

Saking hebatnya, letusan gunung tersebut dapat membentuk sebuah perairan yang sangat besar yang dikelilingi oleh daratan. Kini, wilayah tersebut kita kenal sebagai Danau Toba yakni sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.

Bahkan, banyak ilmuwan juga mengatakan bahwa akibat dari letusan gunung Toba tersebut, peristiwa kepunahan manusia purba yang berada di benua Afrika hampir terjadi.

Dalam catatan National Geographic, ada seorang ahli geologi yang berasal dari University of Nevada pernah mengatakan bahwa letusan gunung Toba merupakan letusan yang paling dahsyat yang pernah terjadi dalam 2 juta tahun terakhir. Letusan Gunung Toba memiliki kekuatan ribuan kali lebih kuat dibandingkan dengan letusan Gunung Krakatau.

Jika dianalogikan dengan bom atom yang pernah dijatuhkan di Kota Hiroshima, Jepang, maka dibutuhkan paling sedikit 6 juta bom atom Hiroshima untuk bisa menyamakan kekuatan ledakan yang dihasilkan oleh Gunung Toba. Banyak sekali spesies yang punah pada saat itu. Dengan kurun waktu yang lama, sinar Matahari tidak bisa menembus Bumi akibat dari tebalnya abu vulkanik yang menutupi hampir seluruh bagian permukaan Bumi yang terdampak oleh letusan Gunung Toba tersebut.

Hal tersebut membuat Bumi diselimuti dengan kegelapan dengan waktu yang cukup lama, meskipun pada siang hari. Banyak sekali spesies tanaman mati saat itu dan bahkan kemampuan manusia purba juga sudah mencapai batas maksimalnya. Makanya, para ahli sepakat bahwa jumlah dari populasi manusia purba telah punah sampai dengan 90 persen dari total keseluruhannya.

Itulah beberapa informasi penting mengenai letusan gunung berapi yang pernah tercatat oleh sejarah peradaban manusia hingga saat ini. Ternyata, kekuatan yang dihasilkan oleh letusan-letusan gunung berapi tersebut sangat masif dan bahkan bisa membuat kehidupan makhluk hidup punah seketika pada saat itu juga.

Penyebab Banjir dan Dampaknya Bagi Lingkungan & Makhluk Hidup

Penyebab Banjir dan Dampaknya Bagi Lingkungan & Makhluk Hidup

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang terjadi karena banyak faktor, diantaranya ialah aliran air yang tersumbat hingga volume air yang berlebihan sampai meluap keluar, curah hujan yang tinggi, dan juga faktor karena ulah manusia.

Penyebab Banjir dan Dampaknya Bagi Lingkungan & Makhluk Hidup

Berikut merupakan berbagai macam faktor penyebab terjadinya banjir yang disebabkan akibat keadaan alam dan ulah manusia. Simak penjelasannya.

1. Penebangan Hutan

Lahan tahan yang ditumbuhi oleh banyak pepohonan dan tanaman lainnya memiliki sejuta fungsi salah satunya untuk penyerapan air yang baik. Namun sayangnya, masih banyak orang yang belum mengerti bahkan suka menganggapnya sebagi hal yang sepele dengan menebang pohon sembarangan dan sesuka hati. Tidak menanam pohon kembali jika sudah menebangnya.

Padahal penebangan pohon atau hutan secara sembarangan dan liar dapat menyebabkan berbagai bencana alam seperti longsor dan banjir bandang. Jadi ada baiknya, kita sebagai manusia secara bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan pepohonan di sekitar tempat tinggal kita berada.

2. Pemanfaatan Lahan yang Berlebihan

Ada banyak alasan mengapa banyak orang dengan sesuka hati memanfaatkan lahan kosong sebagai tempat untuk pembangunan. Misalnya untuk membangun sebuah pabrik, mendirikan beberapa bangunan tanpa adanya resapan air, dan lain sebaginya.

Parahnya, dengan pemanfaatan lahan kosong dengan keegoisan semata dan secara sepihak sehingga seolah-olah tidak terlalu perduli dan merasa seakan tidak terjadi apa-apa. Bahkan yang sangat disayangkan, banyak orang yang melakukan kegiatan terlarang dengan melakukan pembakaran hutan agar setelahnya lahan tersebut bisa dipergunakan semena-mena.

Pembakaran hutan akan membuat tanah menjadi tidak subur dan tidak mampu lagi untuk mempertahankan pertumbuhan vegetatif. Nah, kalau sudah begini artinya banyak air yang mudah meluap dari tanah karena tanah sudah tidak bisa tumbuh pepohonan lagi.

3. Efek Rumah Kaca

Lagi-lagi keegoisan manusia yang membawa dampak buruk bagi lingkungan hidup, seperti kebiasaan membakar sampah sembarangan, polusi udara yang diakibatkan oleh asap kendaraan, asap pembuangan pabrik, asap rokok dan masih banyak lagi lainnya yang bisa membuat lapisan ozon semakin menipis sehingga perubahan cuaca dan iklim terus berubah tiap harinya.

Akibat yang dirasakan ialah:
– Suhu bumi yang seharusnya berada pada sekitar 18 derajat Celsius, kini meningkat sangat drastis hingga 34 derajat Celsius.
– Kenaikan karbondioksida yang juga meningkat.
– Terjadinya pemanasan global di seluruh dunia.
– Perubahan iklim dan cuaca yang ekstrem dan tak menentu.
– Suhu dan ketinggian permukaan laut menjadi naik.

4. Membuang Sampah Sembarangan

Mengapa membuang sampah sembarangan bisa menyebabkan terjadinya bencana banjir? Karena tindakan manusia yang tak perduli dan masa bodo ini membuat aliran air sungai atau selokan menjadi tersumbat. Sehingga ketika curah hujan yang tinggi datang, kemungkinan besar akan berpotensi meluapkan air sungai sehingga dapat menyebabkan banjir ke daratan.

Kalau sudah seperti ini, siapa yang mau disalahkan?

5. Membangun Pemukiman Di Sepanjang Kali

Ini juga merupakan ulah dari manusia yang dapat menyebabkan terjadinya banjir. Dengan banyaknya pemukiman yang berdiri di sekitar bantaran sungai atau kali, bukan hanya membuat aliran air menjadi sempit melainkan juga berpotensi terjadinya tanah longsor. Di karenakan tanah di sekitar bantaran sungai atau kali tersebut tak kuat menahan beban bangunan yang didirikan oleh manusia.

6. Curah Hujan yang Tinggi

Curah hujan yang tinggi ini karena faktor alam yang tidak dapat kita hindari. Curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung sangat lama dapat menyebabkan sungai penuh dan meluap. Daya kapasitas tampung air yang biasanya cukup untuk untuk menampung air sudah melebihi kapasitasnya, dan inilah yang bisa menyebabkan terjadinya bencana banjir.

7. Kurangnya Wilayah Drainase

Insfrastruktur di kota-kota besar yang paling penting ialah kawasan drainase yang berguna untuk mencegah terjadinya banjir. Namun pada kenyataannya, banyak kawasan drainase yang berubah fungsi tanpa memperhatikan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

Seharusnya daerah hutan atau rawa-rawa yang berfungsi untuk menyimpan luapan air dalam jumlah yang sangat besar, sekrang telah berubah fungsi menjadi bangunan-bangunan megah yang menjulang tinggi dan daerah pemukiman penduduk. Dalam hal ini, pemerintah dan pihak yang terkait seharusnya perlu menyeimbangkan kawasan kota dan drainase untuk mencegah terjadinya hal-hal buruk terjadi.

Dampak Terjadinya Banjir

Dampak Terjadinya Banjir

Baca juga: Apa itu Tanah Longsor dan Bagaimana Proses Terjadinya?

Dampak Primer

Bencana banjir banyak membawa kerugian untuk manusia seperti kehilangan harta benda sampai yang paling parah ialah kehilangan korban jiwa akibat bencana ini. Bukan hanya manusia saja yang terdampak, melainkan juga lingkungan sekitar juga pasti akan terkena dampaknya seperti kerusakan pepohonan, bangunan-bangunan tinggi, robohnya jembatan, rusaknya jalan raya, bangunan perumahan, sitem selokan dan juga kanal dan lain sebagainya.

Dampak Sekunder

Jika sudah terjadinya bencana banjir di suatu wilayah, akan menimbulkan dampak lain seperti masalah kesehatan yang disebabkan akibat dari air kotor, wabah penyakit mulai melanda manusia mulai dari yang usia lansia hingga anak-anak.

Sementara itu, untuk lahan pertanian juga pasti akan terdampak dan membawa kerugian tersendiri seperti gagal panen karena lahan yang seharusnya dipakai untuk panen rusak dan terendam akibat banjir.

Dampak Tersier

Dampak yang kemudian akan terjadi ialah kesulitan ekonomi yang dikarenakan menurunnya pengunjung lokasi wisata serta pengeluaran yang besar karena adanya biaya pembangunan dan juga perbaikan yang rusak. Selain itu, kelangkaan barang-barang juga menyebabkan terjadinya kenaikan suatu harga dari barang tersebut.