Inilah Alasan Kenapa Indonesia Rawan Terjadinya Gempa Bumi

Inilah Alasan Kenapa Indonesia Rawan Terjadinya Gempa Bumi

Seperti yang kita ketahui menurut sejarah tercatat Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan rawan bencana alam seperti gempa bumi. Gempa bumi yang terjadi menimbulkan dampak yang cukup besar seperti kerusakan bangunan, kehilangan korban jiwa dan lain-lain.

Inilah Alasan Kenapa Indonesia Rawan Terjadinya Gempa Bumi

Tapi pernahkah kalian terpikirkan, sebenarnya apa yang menyebabkan wilayah-wilayah di Indonesia sering mengalami gempa bumi? Berikut sudah kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya pada artikel Inilah Alasan Kenapa Indonesia Rawan Terjadinya Gempa Bumi. Simak penjelasannya.

1. Letak Geografis

Secara geografis, Indonesia terletak di antara 2 samudera yaitu Samudera Pasific dan Samudera Hindia; dan juga 2 benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia.

Walau letak Indonesia strategis untuk bisa menjalin kerjasama antar negara di bidang perdagangan dan lain-lain, di sisi lain ada dampak buruknya. Dampak buruknya yakni, sering terjadinya bencana lain seperti gempa bumi vulkanik dan gempa bumi tektonik.

Selain itu, Indonesia juga terletak di antara lempeng Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Indonesia juga termasuk dalam cincin api pasifik, yang merupakan gugusan gunung berapi di dunia.

2. Pergerakan Lempeng

Pergerakan lempeng juga merupakan salah satu penyebab terjadinya gempa bumi. Pergerakan antar lempeng ini yang menyebabkan tekanan dan pergesekan hingga menimbulkan getaran kecil sampai terjadinya getaran besar yang kita sebut dengan gempa bumi. Besar kecilnya gempa juga bergantung pada besar tekanan atau pergesekan antar lempeng ini.

Ada juga teori dari lempeng tektonik yang menjelaskan bumi yang kita pijak saat ini terdiri dari beberapa lapisan batuan yang sangat kuat dan tebal. Sebagian diantaranya merupakan lapisan kerak yang mengapung dan akan hanyut seperti salju. Lapisan ini yang kemudian bergerak perlahan-lahan sampai pecah dan terbelah serta saling bertabrakan satu dengan yang lainnya.

Hal inilah yang dinamakan dengan gempa tektonik. Karena letak Indonesia berada dalam tiga lempeng bumi, jadi jika salah satu lempeng ini saling bertabrakan, kemungkinan terjadinya gempa bumi sangatlah tinggi.

Hampir Seluruh Wilayah di Indonesia Dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik

Hampir Seluruh Wilayah di Indonesia Dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik

3. Cincin Api Pasifik

Indonesia berada di jalur gunung paling teraktif di dunia karena dikelilingi oleh cincin api Pasifik. Kondisi geografis inilah yang menyebabkan Indonesia sering terjadinya letusan gunung berapi, gempa bumi dan tsunami. Cincin api Pasifik atau ring of fire merupakan daerah yang sering terjadinya gempa bumi dan gunung meletus yang dikelilingi api pasifik.

Daerah yang dikelilingi oleh cincin api ini membentuk seperti tapal kuda dan luasnya mencapai 40 ribu km. Daerah ini disebut juga dengan sabuk gempa pasifik. Karena terletak diatas jalur magma, Indonesia mempunyai total 127 gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini dengan populasi penduduk yang tinggal disekitarnya berjumlah 5 juta orang.

Baca juga: Banjir Bandang Kampar Sebabkan Akses Jalan Terputus, Ratusan Warga Terisolasi

4. Reaksi Berantai dari Gunung Berapi

Terdapat fenomena yang unik di Tanah Air kita yang tercinta ini, yaitu meletusnya gunung berapi secara bersamaan. Diantaranya Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Raung di Jawa Timur dan Gunung Gamalama di Ternate. Reaksi berantai yang terjadi secara bersamaan ini kemungkinan disebabkan oleh aktivitas yang terjadi di dapur magma. Jika kita melihat dari peta cincin api pasifik ini, wilayah Indonesia hampir secara keseluruhan berada tepat di atas dapur magma.

Itulah beberapa alasan mengapa di wilayah Indonesia sering terjadinyA bencana alam seperti gempa bumi. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Waspadai 5 Tanda Akan Terjadinya Gempa Bumi yang Harus Anda Ketahui

Waspadai 5 Tanda Akan Terjadinya Gempa Bumi yang Harus Anda Ketahui

Bencana alam gempa bumi adalah salah satu dari sekian banyak bencana yang sangat menakutkan bagi makhluk hidup di bumi ini. Apalagi kita tinggal di negara Indonesia yang termasuk negara paling rawan terhadap bencana alam seperti gempa bumi ini.

Waspadai 5 Tanda Akan Terjadinya Gempa Bumi yang Harus Anda Ketahui

Maka dari itu, usahakan sebisa mungkin untuk mempelajari dan mewaspadai ciri-ciri yang biasanya akan terjadi gempa bumi. Mitigasi bencana sangat diperlukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengurasi dampaknya serta resiko-resiko setelah terjadinya peristiwa alam tersebut.

Berikut tanda-tanda yang bisa dilihat jika peristiwa akam itu akan terjadi. Simak penjelasannya:

1. Muncul Awan yang Berbentuk Seperti Pohon

Banyak orang menganggap sepele hal ini, akan tetapi jika kamu sudah melihat dan mengetahuinya cepat-cepatlah untuk segera mencari keamanan. Awan yang betuknya seperti angin puting beliung, pohon ataupun batang pohon biasa posisinya berdiri dan tegak.

Awan ini memang kelihatan dari bentuknya aneh, disebabkan oleh banyak faktor diantaranya karena adanya gelombang elektromagnetis yang ada akibat adanya pergeran lempeng-lempeng bumi atau patahan-patahan yang memicu berdaya kuat hebat dari dalam bumi.

Kemudian gelombang elektromagnetis itu ‘menyerap’ daya listrik pada awan, sehingga terbentuklah awan yang kelihatannya seolah-olah berdiri tegak.

Namun, ada juga faktor lain yang menyebabkan munculnya bentuk awan ini bukan hanya karena gelombang elektromagnetis saja. Melainkan karena adanya pengaruh angin dan lain-lain.

Jadi jika kamu melihat awal yang berbetuk seperti itu, belum bisa dipastikan bahwa dimana tempat kamu berada akan terjadi gempa bumi.

2. Seperangkat Alat Elektronik di Dalam Rumah Mengalami Gangguan Tak Wajar

Sebelum terjadinya gempa bumi, biasanya alat-alat elektronik pasti mengalami gangguan aneh. Misalnya lampu yang nyala-redup, mesin faksimile yang terus berkedip, transmiti data jaringan mengalami gangguan berulang kali atau bisa juga televisi yang selalu mengeluarkan suara tak wajar bunyinya ‘brebet’.

Jika semua hal tersebut terjadi, ada kemungkinan besar akan terjadi gempa bumi. Peralatan elektronik tersebut mengalami gangguan dikarenakan memang adanya gelombang elektromagnetis dengan frekuensi tinggi dekat rumah kita.

3. Perlihatkan Perilaku Hewan yang Aneh, Gelisah dan bahkan Tiba-tiba Menghilang

Jika disekitar tempat tinggalmu, kamu melihat banyak sekali tingkah laku hewan yang sangat aneh. Kamu wajib curiga dan waspada. Utamakan keselamatan diri kamu sendiri, karena ini sangat penting agar tidak memakan jumlah korban jiwa yang sangat parah dan banyak.

Ada beberapa hewan yang dapat merasakan getaran gelombang elektromagnetik yang kuat. Bisanya hewan-hewan tersebut akan berlarian untuk bisa mneyelamatkan diri, sebelum goncangan yang akan lebih besar terjadi.

Munculnya Cahaya Aneh dan Guncangan Kecil Juga Pertanda Akan Terjadinya Gempa Bumi

Munculnya Cahaya Aneh dan Guncangan Kecil Juga Pertanda Akan Terjadinya Gempa Bumi

4. Munculnya Cahaya

Cahaya gempa yang dimaksud ini meskipun jarang ditemukan atau muncul tapi mungkin saja ini bisa jadi pertanda akan terjadinya goncangan yang sangat besar dan gempa bumi Biasanya cahaya ini nampak sekilas saja dan banyak orang mengira cahaya tersebut berasal dari UFO atau Alien.

Jika kamu sudah tahu bahwa munculnya cahaya aneh di wilayah tempat tinggalmu, langkah sebaiknya yang harus kamu lakukan ialah siap siaga dalm menghadapi goncangan yang kemungkinan besar akan terjadi.

5. Munculnya Gempa-gempa Kecil

Selain dari pada tanda-tanda yang sudah disebutkan diatas, tanda lainnya ialah goncangan-goncangan kecil yang terjadi di wilayah yang akan terjadinya gempa bumi.

Biasanya goncangan kecil ini menjadi pertanda bahwa akan terjadinya goncangan hebat yang menyebabkan gempa bumi. Dan goncangan kecil ini juga berlangsung sangat ringan dan cepat.

Maka, jika kamu sudah merasakan goncangan kecil ditempatmu. Lebih baik cari tempat yang aman dan menunggu beberapa menit hingga jam untuk menghindari terjadinya gempa bumi yang akan terjadi.

Baca artikel lainnya: Waspada! Maluku Tengah Berpotensi Tsunami Non Tektonik

Gempa Bumi 7,0 Magnitudo di Meksiko, Ratusan Warga Panik

Gempa Bumi 7,0 Magnitudo di Meksiko, Ratusan Warga Panik

Menurut media massa setempat, gempa bumi yang berkekuatan mencapai 7,0 Magnitudo mengguncang wilayah Acapulco, Meksiko pada malam hari Selasa (7/9/2021) pukul 20.48 waktu setempat.

Gedung-gedung, bangunan tinggi dan rumah warga yang berada di sekitar Mexico City bergetar hingga membuat semua warga yang yang merasakannya mengalami kepanikan.

Menurut keterangan dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa tersebut berada pada titik di kedalaman 12 Km. Melanda 11 mil dari Timur Laut resort Acapulco, Guerrero. Gempa tersebut menyebabkan banyaknya batu-batu besar berjatuhan dan terjadinya tanah longsor di sejumlah wilayah yang terdampak.

Gempa Bumi 7,0 Magnitudo di Meksiko, Ratusan Warga Panik.jpg

Gempa juga berpotensi terjadinya tsunami karena terjadi di titik pusat lepas pantai. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian lagi dari otoritas Meksiko terkait hal itu.

Sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah hingga warga Meksiko merasakan panik lalu berhamburan ke tengah jalan.

Getaran dikabarkan terasa sampai ke Mexico City, pemadaman listrik dan juga kebocoran gas alam juga terjadi akibat dari guncangan gempa tersebut.

Claudia Sheinbaum, Wali Kota Mexico City menjelaskan belum ada laporan tentang kerusakan serius yang dialami di daerah tersebut.

“Pemadaman listrik terjadi bukan hanya di daerah Mexico City, akan tetapi di negara tetangganya seperti Roma Sur juga mengalami pemadaman listrik sehingga banyak warga yang merasa ketakutan dan pergi keluar rumah. Beberapa warga keluar rumah hanya mengenakan pakaian pendek lebih pendek dari pakaian tidur,” ujar saksi media setempat.

Ada juga yang berlari kesana-kemari di tengah derasnya hujan, membawa anak dan hewan peliharaannya. Kekhawatiran menyelimuti perasaan warga saat kembali ke rumah masih dalam keadaan gelap gulita.

“Peristiwa tersebut sangat mengerikan, dan mengingatkan saya kembali pada saat gempa bumi yang pernah terjadi pada tahun 1985” ujar Yesmin Rizk yang berusia sekitar 75 tahun warga Roma Sur.

Negara Meksiko Sering Digoncang Bencana Gempa Bumi

Negara Meksiko Sering Dilanda Gempa Bumi 2

Menurut catatan sejaran, Meksiko merupakan negara yang sering dilanda gempa bumi. Sama halnya seperti Indonesia, hal ini disebabkan karena negara Meksiko terletak di atas tiga lempeng tektonik yang sangat besar yakni Lempeng Cocos, Lempeng Amerika Utara, dan Lempeng Pasifik.

Lempeng-lempeng tersebut berada di lapisan kerak bumi yang tersusun dan saling berkaitan. Ketika dua atau tiga lempeng bergerak dan saling bergesekan, tentunya akan menyebabkan daratan bergetar dan terjadilah guncangan yang kuat. Hal itu dinamakan dengan gempa bumi.

Selain dari pada terletak di antara beberapa lempeng tersebut, hal lain yang berkontribusi terjadinya gempa di Meksiko ialah keadaan tanah di negara tersebut. Jika dilihat dari sejarahnya, daratan Meksiko merupakan bekas dasar danau purba kala.

Karakteristik dan kondisi inilah yang disebut dengan ‘tanah lunak’ dan jenis tanah ini sangat berkontribusi besar dalam menguatkan getaran. Oleh karena itu, goncangan gempa bumi sering terjadi lebih besar. Hal itu yang menyebabkan Meksiko sering dilanda gempa bumi.

Baca artikel lainnya: Nusa Tenggara Timur (NTT) Merasakan Gempa Bumi Sebanyak Lebih Kurang 160 Kali di Bulan Agustus

Waspada Tsunami! Jawa Barat Diguncang Gempa Bumi Puluhan Kali

Waspada Tsunami! Jawa Barat Diguncang Gempa Bumi Puluhan Kali

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung dan dari situs slot online mengungkapkan bahwa pusat lokasi kejadian gempa bumi lebih banyak terjadi di laut, sehingga berpotensi terjadinya tsunami yang diakibatkan oleh peristiwa gempa bumi tersebut.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik, sebab pemodelan tersebut dibuat bertujuan untuk mempersiapkan strategi dalam menghadapi bencana yang tepat demi mengurangi kerusakan dan korban jiwa akibat yang ditimbulkan.

Waspada Tsunami! Jawa Barat Diguncang Gempa Bumi Puluhan Kali

“Pada periode bulan Agustus lalu dan dilihat dari titik distribusi penyebaran gempa bumi, tercatat ada 36 kejadian gempa bumi yang terjadi dilaut dan tersebar di Pulau Jawa bagian selatan. Karena akibat dari lempeng-lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia,” jelasnya.

Kendati demikian, wilayah Jawa Barat yang sangat eksotik karena banyaknya dataran tinggi dan gunungnya. Akan tetapi dibalik itu semua, daerah tersebut sangat mempunyai potensi untuk bencana alam seperti gempa bumi yang bisa terjadi kapan saja.

Baca juga: Pengertian Angin Topan, Penyebab dan Dampak Angin Topan Serta Cara Menanggulanginya

Berberapa Wilayah di Jawa Barat Berpotensi Gempa Bumi

Jawa Barat Bisa Timbulkan Gempa Bumi Kapan Saja

Sebanyak kurang lebih 12 kali kejadian gempa bumi yang terjadi di darat sebagai aktivitas sesar lokal. Sementara, 8 kejadian lainnya disebabkan oleh sesar dan 1 diantaranya dirasakan akibat aktivitas sesar Cimandiri.

Ini peringatan kepada seluruh masyarakat Jawa Barat bahwa sesar tersebut masih aktif dan sangat perlu diwaspadai.

Sebanyak 6 kejadian gempa bumi terjadi pada tanggal 4 Agustus 2021 dan merupakan jumlah kejadian yang sangat tinggi. Untuk kedalaman gemppa bumi sangat bervariasi mulai rentang 1 sampai 129 km.

Sedangkan untuk magnitudo terbesar menurut catatan BMKG Stasiun Bandung tercatat 4,9 dan terkecil tercatat 1,6.

Selama bulan Agustus lalu, satu rangkaian gempa Doublet Earthquarke yang sering dirasakan. Gempa Doublet adalah serangkaian gempa yang daya kekuatannya hampir sama dalam lokasi dan waktu yang berdekatan.

7 Agustus 2021, terjadi rangkaian gempa Doublet. Tercatat, gempa pertama terjadi pukul 20.17 WIB dengan M 4,1 pusatnya di koordinat 7,86 Lintang Selatan (LS) dan 107,27 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 26 Km.

Kemudian, gempa kedua terjadi pukul 20.11 WIB dengan M 4,0 pusatnya di koordinat 7,85 Lintang Selatan dan 107,29 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 25 Km. Gempa ini sebesar III MMI untuk daerah Tasikmalaya, Cikelet, Sayangheulang, Pangalengan, dan Singajaya serta sebesar II MMI untuk daerah Bungbulan.

Adapun 5 kejadian gempa lainnya yang dirasakan selama bulan Agustus 2021, diantaranya:

1. 4 Agustus 2021 pukul 05.41 WIB dengan M 2,4 pusatnya di koordinat 6,92 LS dan 107,02 BT dengan kedalaman 4 Km. Terjadi di Cireunghas, Kebonpedes sebesar II MMI.

2. 8 Agustus 2021 pukul 17.30 WIB dengan M 4,1 pusatnya di koordinat 7,77 LS dan 107,34 BT dengan kedalaman 33 Km. Terjadi di beberapa titik di Cibalong, Singajaya, Pamengpeuk, Cisompet, Sodonghilir, Pangandaran dan Ciamis sebesar II MMI.

3. 9 Agustus 2021 pukul 21.36 WIB dengan M 4,9 pusatnya di koordinat 8,49 LS dan 108,98 BT dengan kedalaman 53 Km. Terjadi di beberapa titik di berbagai wilayah di Pangandaran, Karangnunggal, Banjar, Cilacap, Ciamis, dan Banyumas sebesar III MMI.

4. 17 Agustus 2021 pukul 11.49 WIB dengan M 4,5 pusatnya di koordinat 8,15 LS dan 107,64 BT dengan kedalaman 12 Km. Terjadi di beberapa titik di Cipatujah, Pameungpeuk, Cisompet, Karangnunggal, dan Bangbajang sebesar III MMI.

5. 23 Agustus 2021 pukul 04.13 WIB dengan M 4,9 pusatnya di koordinat 8,32 LS dan 107,58 BT dengan kedalaman 1 Km. Terjadi di beberapa titik di Cisopet, Cikalong, Ciparanti, Cijagra, Ciamis, dan Bungbulang sebesar III MMI.

“Kami selalu mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan jangan panik serta tidak terpengaruh isu-isu atau berita hoaks. Kami sarankan untuk selalu memantau melalui perkembangan update melalui website resmi BMKG serta hindari bangunan yang sudah retak dan tua” paparnya.

Catat! Presiden Sudah Alokasikan Dana Rp 2,4 Triliun Untuk Atasi Bencana Alam Tahun 2022

Catat! Presiden Sudah Alokasikan Dana Rp 2,4 Triliun Untuk Atasi Bencana Alam Tahun 2022

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan bermacam-macam puulau dan sangat luas. Selain itu juga, berpotensi terjadinya bencana alam dari Sabang hingga Merauke ditambah permasalahan perubahan iklim yang sangat drastis.

Sehingga dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) untuk tahun anggaran 2022, pemerintah telah mempersiapkan dana sebesar Rp. 2,4 triliun untuk mengatasi segala hal buruk yang terjadi akibat bencana alam, membangun lingkungan hidup, perubahan iklim yang kian hari kian drastis, dan juga menanggulangi dan meningkatkan ketahanan bencana alam.

Catat! Presiden Sudah Alokasikan Dana Rp 2,4 Triliun Untuk Atasi Bencana Alam Tahun 2022

Dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 85 Tahun 2021 menjelaskan bahwa, bencana hidrometeorologi menjadi bencana alam dengan frekuensi yang paling sering terjadi di wilayah Indonesia.

Dengan risiko ini yang akan terus-menerus meningkat seiring dengan tingginya arus urbanisasi dan juga perubahan iklim. Tantangan dan hambatan untuk ke depannya akan semakin berat jika dalam peningkatan risiko bencana ini masih di atas dengan proses bisnis yang seperti sekarang ini (business as usual).

Maka dari itu, ketahanan bencana alam, pembangunan lingkungan hidup, dan juga perubahan iklim ini dalam RKP tahun 2022 memfokuskan pada peningkatan taraf kualitas hidup masyarakat Indonesia yang lebih tangguh dan adaftif dalam mendukung upaya transformasi dan pemulihan akibat dampat dari Covid-19 dalam menuju pembangunan dan peradaban manusia Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Transformasi pascapandemi ini dalam pembangunan lingkungan hidup, ketahan bencana, dan juga perubahan iklim akan dititikberatkan dan difokuskan pada upaya perbaikan kualitas hidup masyakarat dan lingkungan hidup melalui penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Selain itu juga, peningkatan pemantauan kualitas lingkungan yang secara otomatis, perbaikan sistem ketahana bencana yang tanggap terhadap berncana yang bersifat seketika terjadi (sudden onset) ataupun perlahan (slow onset). Juga dalam pelaksanaan pembangunan yang menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang rendah emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Adapun untuk penggunaan dana Rp. 2,4 triliun pada tahun 2022 akan diperuntukkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan limbah B3 dengan anggaran sebesar Rp. 241 miliar dan penguatan sistem peringatan dini terhadap bencana sebesar Rp. 2,1 triliun.

Baca Artikel Terkait: Awas! Beberapa Wilayah RI Ini Berpotensi Tsunami

Jokowi Sebut RI Berpotensi Paling Banyak Dilanda Bencana

Jokowi Sebut RI Berpotensi Paling Banyak Dilanda Bencana

Indonesia berpotensi besar untuk mengalami bencana alam hidrometeorologi yang sangat tinggi. Peristiwa tersebut bahkan dirasakan setiap tahunnya dengan jumlah yang mengalami peningkatan baik secara frekuensi maupun intensitasnya.

Hal tersebut disebutkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat memberikan pengarahan dalam Rakorbangnas Badan Meteorologi, Klimatogi, dan Geofisika (BMKG) yang dilaksanakan secara daring pada haris, 29 Juli 2021.

“Frekuensi dan intensitasnya juga mengalami peningkatan setiap tahunnya, bahkan melompat secara drastis. Negara kita ini mengalami multibencana dalam kurun waktu yang bersamaan,” jelas Jokowi.

Jokowi mengambil ocntoh bahwasanya pada periode tahun 2008 hingga 2016, rata-rata Indonesia sendiri mengalami kebencanaalaman mencapai 5 ribu hingga 6 ribu kali dalam satu tahun. Angka tersebut terus menerus meningkat seiring dengan perkembangan waktu.

“Selain itu, pada tahun 2017 meningkat menjadi sekitar 7.170 kali dan pada tahun 2019 mengalami kenaikan yang sangat signifikan hingga mencapai 11.500 kali,” tuturnya.

Selain itu, Jokowi juga menjelaskan bahwa fenomena alam ini termasuk cuaca yang ekstrem dan siklon tropis juga mengalami peningkatan dalam frekuensi maupun intensitasnya, demikian juga halnya seperti fenomena El Nino atau La Nina.

“Periode ulang pada El Nino atau La Nina yang terjadi pada periode tahun 1981 hingga 2020 cenderung mengalami peningkatan hingga 2 sampai 3 tahunan jika dibandingkan periode sebelumnya yakni pada tahun 1950 hingga 1980 yang berkisar 5 sampai 7 tahunan,” lanjutnya.

Nusa Tenggara Timur (NTT) Merasakan Gempa Bumi Sebanyak Lebih Kurang 160 Kali di Bulan Agustus

Ilustrasi gempa bumi, gempa tektonik, namun tidak berpotensi tsunami.

Nusa Tenggara Timur (NTT) Merasakan Gempa Bumi Sebanyak Lebih Kurang 160 Kali di Bulan Agustus. Menurut Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Margiono, NTT telah diguncang lebih kurang 160 kali gempa bumi. Namun hanya sekitar 7 kali yang dapat dirasakan oleh penduduk setempat.

Margiono membandingkan, jumlah kejadian gempa bumi selama Bulan Agustus mengalami peningkatan jika dibandingkan bulan lalu. Rata-rata gempa berketuatan kecil dengan maginitudo 4,0 ke bawah dari 143 kejadian, selain itu yang berkedalaman dangkal lebih kecil 60 kilometer sebanyak 111 kejadian.

Ilustrasi gempa bumi, gempa tektonik, namun tidak berpotensi tsunami.

Kabupaten Sumba Barat Daya, Pulau Sumba yang mendominasi gempa terbanyak hingga mencapai 18 persen. Menurut catatan BMKG, sejak Januari 2021, gempa bumi tertinggi terjadi pada dua hari, Masing-masing 12 kejadian, yakni pada tanggal 11 dan 28 Maret 2021.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, agar tidak mudah percaya dengan berita-berita palsu atau hoaks yang sering beredar serta memantau informasi gempa bumi dan tsunami dari situs resmi milik BMKG.

Perbedaan Antara Gempa Bumi Tektonik dan Gempa Bumi Vulkanik

Gempa bumi terkini dunia dinotasikan dengan titik-titik hitam terkonsentrasi pada jalur-jalur tektonik

Dikutip dari Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika atau yang sering disebut dengan BMKG, gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi).

Berdasarkan pemicu pergerakannya, terbagi menjadi dua macam yaitu gempa bumi tektonik dan gempa bumi vulkanik.

Gempa bumi tektonik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini menimbulkan kerusakan atau bencana alam di Bumi karena getarannya mampu menjalar hampir ke seluruh bagian Bumi.

Jika terjadi tabrakan atau patahan lempeng akibat pergerakan tersebut, maka akan menimbulkan getaran yang biasa kita sebut dengan gempa bumi. Ketika dua lempeng bergerak saling mendekat dan lempeng tidak mampu menahan kekuatan akibat pergerakan tersebut, kondisi ini juga dapat menimbulkan gempa.

Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang terjadi akibat adanya aktivitas magma dari gunung berapi sebelum meletus dan biasanya gempa ini hanya dirasakan disekitar gunung api yang masih aktif.

Berdasarkan dari kedua tipe gempa bumi tersebut diatas, gempa tidak serta merta terjadi di sembarang tempat di belahan bumi. Biasanya gempa tektonik terjadi di sekitar batas lempeng bumi sedangkan gempa vulkanik biasanya terjadi hanya di sekitaran gunung berapi yang masih aktif.

Baca juga : Lima Desa Warga Tanggamus Terdampak Banjir, Dua Rumah Rusak Berat

347 Tahun yang Lalu, Gempa Bumi dan Mega Tsunami Meluluhlantahkan Bumi Maluku

347 Tahun yang Lalu, Gempa Bumi dan Mega Tsunami Meluluhlantahkan Bumi Maluku

 

Sejarah mencatat Gempa dan Mega Tsunami yang pernah melanda wilayah Maluku pada tahun 1674 silam meluluhlantahkan bumi Maluku waktu itu. Pusat kejadian tersebut yang kita kenal sekarang ialah Ambon, merupakan salah satu bencana alam terbesar sepanjang sejarah umat manusia di Indonesia yang menyelimuti perjalanan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda di Nusantara.

Sekadar informasi, VOC singkatan dari Vereenigde Oostindische Compagnie yang berdiri sejak tanggal 20 Maret 1602. VOC merupakan kongsi dagang terbesar milik Belanda dan berpusat di Nusantara untuk menyatukan perdagangan rempah-rempah dari wilayah timur dalam memperkokoh sebuah kedudukan Belanda di Indonesia pada masa itu.

347 Tahun yang Lalu, Gempa Bumi dan Mega Tsunami Meluluhlantahkan Bumi Maluku

Ignatius Ryan Pranantyo & Phil R. Cummins menulis dalam jurnalnya yang dimuat pada SpringerLink berjudul “The 1674 Ambon Tsunami: Extreme Run-Up Caused by an Earthquake-Triggered Landslide” pada tahun 2019 tentang bencana besar yang terjadi di Ambon, Indonesia.

“Beberapa menit sebelum terjadiperistiwa yang sangat besar itu, lonceng-lonceng besar yang berada di Kastil Victoria berdentang dan mengeluarkan bunyi dengan sendirinya.” tulis Pranantyo dan Cummins. Tak seorang pun yang bisa menduga akan terjadi sesuatu yang sangat dahsyat itu akan terjadi. Saat kejadian itu, banyak di antara orang-orang berjatuhan ketika tanah bergerak mengombak naik turun seperti ombak di lautan lepas.

“Kali pertama gempa yang dirasakan dengan guncangan dahsyat dari dalam tanah di wilayah Ambon. Banyak sebagian bangunan dan rumah warga hancur berantakan dan menjadi rata dengan tanah” tulis Georg Everhard Rumphius dalam laporannya yang tersusun rapi di dalam Perpustakaan Rumphius yang terletak di Katedral St. Fransiskus Xaverius, Ambon.

Baca Juga: Apa itu Tanah Longsor dan Bagaimana Proses Terjadinya?

Gempa dan Tsunami di Ambon Tercatat Rapi di Laporan UNESCO

Gempa dan Tsunami di Ambon Tercatat Rapi di Laporan UNESCO

Laporan Rumphius tersebut terangkum juga di dalam website resmi IOC UNESCO yang berjudul Summary notes of Georg Everhard RUMPHIUS, yang ditranslasikan dari laporan aslinya yang berbahasa Belanda oleh E.M. Beekman and F.Foss pada tahun 1997.

“Seluruh wwilayah di Provinsi tersebut yaitu Seram, Hitu, Nusatelo, Leytimor, Buro, Amblau, Oma, Bonoa, Kelang, Manipa, Honimoa, Nusalaut, dan wilayah lain yang berada di sekitarnya, merasakan getaran dan guncangan yang amat begitu kencang dan mengerikan. Sehingga banyak orang-orang yang meyakinkan bahwa hari itu ialah Hari Kiamat yang sudah tiba bagi mereka” tulisnya.

Sebagian tempat di wilayah yang terdampak bencana alam tersebut menjadi sangat rusak parah. “Di wilayah Leitimor dan Semenanjung Hitu, banyak tempat yang terjadi tanah retak dan juga banyak terjadi bekas longsoran akibat peristiwa naas yang sangat kuat di Pegunungan Manuzau dan Wawani” tulis UNESCO dalam laporan dengan judul Air Turun Naik di Tiga Negeri Mengingat Tsunami Ambon 1950, yang diterbitkan pada tahun 2016.

Pasca guncangan yang dahsyat itu, mulailah muncul gelombang pasang yang kecil di daerah perairan Teluk Ambon. Gelombang tersebut datang dan menarik mundur kembali yang dijumpainya di daratan sebanyak lebih dari tiga kali. Air yang naik dengan ketinggian 5 sampai dengan 6 kaki, dan beberapa sumur air milik warga yang sangat dalam bisa terisi begitu dengan cepat. Sehingga orang-orang bisa menjangkau dan mengambil air dengan tangan tanpa perlu alat bantuan. Semnetara, pada berikutnya sumur itu kosong lagi tidak terisi oleh air.

“Pantai timur di Sungai Waytomme mulai terbelah dan air menyembur ke segala arah dengan ketinggian sekitar 18 hingga 20 kaki. Melemparkan pasir berlumpur biru yang diyakini oleh kebanyakan orang hanya bisa ditemukan pada kedalaman laut 2 hingga 3 depa” lanjutnya.

“Gempa yang begitu dahsyat tersebut diikuti oleh mega tsunami yang super besar dengan ketinggian mencapai 100 meter yang hanya bisa diamati di pantai utara di Pulau Ambon” tulis Cummins dan Panantyo.

“Semua orang berlarian ke tempat yang lebih tinggi agar bisa menyelamatkan diri, di mana mereka bertemu dengan sang Gubernur, kompi besar dan jajarannya. Mereka disana mulai memimpin majelis dan ibadah dengan berdoa di bawah langit yang cerah, berharap ada mukjizat untuk menyelamatkan mereka semua”. tambah Rumphius.

Suara dentuman seperti tembakan meriam yang jauh terus di dengar oleh orang-orang. Sebagian besar terdengar dari arah Utara dan Barat Laut, yang menunjukkan bahwa beberapa gunung mungkin akan meletus atau setidaknya runtuh satu per satu.

“Akibat dari bencana alam tersebut, banyak orang yang meninggal dunia. Kerusakan yang dialami terus diberitakan dari tempat ke tempat, diperkirakan ada sekitar 2.243 jiwa masyarakat asli Indonesia dan diantaranya mencakup sekitar 31 orang Eropa. Dengan total keseluruhan mencapai 2.322 jiwa korban” ujar Rumphius dalam menutup laporannya.

[TRENDING] Gempa Bumi Pada 15 September, Getarkan Tanah Air Hingga 6 Kali

Gempa Bumi Pada 15 September, Getarkan Tanah Air Hingga 6 Kali

Gempa bumi yang menggetarkan Tanah Air kembali terjadi pada Rabu, 15 September 2021 dan terjadi sampai pukul 20.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Ada 6 kali getaran yang dirasakan oelh masyarakat Indonesia. Informasi ini seperti yang dikutip pada laman resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau www.bmkg.go.id.

Gempa Bumi Pada 15 September, Getarkan Tanah Air Hingga 6 Kali

Getaran yang pertama kali terjadi di wilayah Sinabang, Provinsi Aceh dengan kekuatan magnitudo 5,6 terjadi pada pukul 03.13 WIB. Kemudian, wilayah lain seperti Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara juga terjadi gempa 3 kali. Gempa pertama dengan kedalaman 4 Km dan berkekuatan magnitudo 2,9 terjadi pada pukul 03.58 WIB. Kemudian disusul kembali terjadi pada pukul 05.55 WIB dan 15.56 WIB.

Berikut rincian informasi terjadinya gempa bumi di Tanah Air menurut data resmi dari BMKG.

Kecamatan Sinabang

Gempa yang terjadi di wilayah Sinabang, Provinsi Aceh ini terjadi pada pukul 03.13 WIB. Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,6 dan kedalamannya mencapai 10 Km dengan pusat gempa berada pada titik 125 Km barat laut Sinabang, Aceh.

Kecamatan Maba

Kecamatan Maba terletak di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara dilanda gempa dengan 3 kali getaran yang terjadi. Getaran yang pertama berkekuatan magnitudo 2,9 dan kedalaman mencapai 4 Km terjadi pada pukul 03.58 WIB.

Diketahui Episenter gempa berada pada titik koordinat 1.12 Lintang Utara (LU)-128.15 Bujur Timur (BT) dan pusat gempa berada di darat 51 Km Barat Laut (BL) Maba. Menurut data BMKG, getaran dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II-III di Subaim.

Kemudian gempa yang kedua terjadi lagi dengan kedalaman 4 Km dan berkekuatan mencapai magnitudo 3,2. Dengan pusat gempa berada di darat 46 Km Barat Laut (BL) Maba. Episenter gempa berada pada titik koordinat 1.08 Lintang Utara (LU)-128.2 Bujur Timur (BT). BMKG menyebutkan bahwa getaran dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II-III di Subaim.

Kemudian gempa terakhir di Kecamatan Maba terjadi pada sore hari pukul 15.56 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,7 dan kedalaman mencapai 7 Km. Diketahui pusat gempa berada di laut 57 Km Barat Laut (Maba) dan BMKG menyatakan, getaran yang dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) III di Subaim. Episenter gempa berada pada titik koordinat 1.15 Lintang Utara (LU)-128.09 Bujur Timur (BT).

Kabupaten Boalemo

Gempa bumi juga dirasakan di wilayah Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo pada pagi hari pukul 07.49 WIB. Diketahui gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,4 dengan pusat gempa berada di laut 85 Km Barat Laut (BL) Boalemo. Kedalaman gempa mencapai 20 Km. BMKG menyatakan, getaran yang dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II di Manado, Bone Bolango, Gorontalo, dan Toli-toli. Lalu MMI II-III di Buol serta MMI III di Boalemo.

Kabupaten Halmahera Timur

Gempa terakhir di Tanah Air juga dirasakan di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara yang terjadi pada pukul 04.03 WIB. Diketahui pusat gempa berada di darat 41 Km Barat Daya (BD) Halmahera Timur. BMKG menyebutkan, bahwa getaran yang dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II-III di Subaim. Episenter gempa berada pada titik koordinat 1.11 Lintang Utara (LU)-128.17 Bujur Timur (BT) dengan magnitudo 3,9 dan kedalaman 5 Km.

Baca juga: Filipina dilanda Bencana Topan Conson, Sejumlah Bangunan Rusak Parah

Antisipasi Terjadinya Gempa Bumi

Antisipasi Terjadinya Gempa Bumi

Sebelum Terjadi Gempa Bumi:

– Pastikan bahwa struktur tanah dan letak rumah Anda aman dari bahaya yang disebabkan oleh bencana alam seperti longsor, gempa bumi, gunung meletus dan lain-lain. Renovasi kembali struktur bangunan tempat tinggal Andaagar bisa terhindar dan meminimalisir resiko bila terjadinya gempa bumi.

– Kenalilah lingkungan tempat Anda bekerja apakah letak pintunya untuk keluar masuknya mudah untuk diakses, lift aatau tangga darurat. Pastikan ada ruang aman untuk berlindung bila terjadi bahaya atau hal-hal yang tidak diinginkan.

– Belajar sedini mungkin untuk berlatih melakukan Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K) dan alat pemadam kebakaran.

– Catat nomor-nomor penting yang bisa dihubungi dengan pihak yang berkaitan bila terjadinya bencana alam gempa bumi.

– Atur perabotan agar menempel kuat di dinding dan tempat yang aman namun mudah di jangkau baik yang berada di rumah maupun di kantor untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti jatuh, roboh, dan bergeser pada saat terjadinya gempa.

– Jika terdapat barang-barang yang berat, usahakan di letakkan di bagian paling bawah. Cek keseimbangan benda-benda yang bergantung di ruangan yang sewaktu-waktu dapat mudah jatuh bila terjadi gempa bumi.

– Simpan bahan-bahan yang mudah terbakar di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak, untuk menghindari agar tidak mudah pecah dan terjadinya kebakaran.

– Biasakan diri untuk selalu mematikan air, listrik, gas dan benda-benda lain yang menggunakan energi listrik bila sudah tidak digunakan.

– Kotak P3K, senter/lampu baterai, makanan dan air harus diletakkan yang seharusnya.

Setelah Terjadi Gempa Bumi:

– Jika posisi Anda setelah terjadinya gempa bumi berada di dalam bangunan yang tingi seperti gedung, keluarlah dari bangunan tersebut dengan tertib dan teratur. Jangan menggunakan lift atau eskalator, gunakanlah tangga darurat. Bila ada yang terluka, lakukanlah P3K dan telepon pihak terkait untuk meminta bantuan jika luka yang dialaminya serius.

– Selalu periksa kembali keadaan sekitar, bila terjadi kebakaran, kebocoran gas, terjadinya hubungan arus pendek listrik, aliran pipa air dan lain sebagainya.

– Jangan memasuki bangunan yang sudah roboh akibat gempa karena kemungkinan bisa terjadi reruntuhan yang terdapat di dalam bangunan tersebut dan jangan sesekali berjalan datau mendekati daerah sekitaran gempa, karena ada kemungkinan gempa susulan akan terjadi. lebih baik berhati-hatilah dan cari tempat untuk berlindung yang aman.

– Selalu perbaharui informasi mengenai gempa bumi dari sumber terpercaya dan mudah terpancing dengan berita-berita palsu.

– Mengisi formulir angket yang diberikan oleh pihak terkait untuk mengetahui seberapa berat kerusakan suatu bangunan yang dialami.

– Ini yang paling penting yakni jangan membuat panik sehingga tidak semua orang ketularan panik dan sellau berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa demi keselamatan dan keamanan kita semua.