[TRENDING] Gempa Bumi Pada 15 September, Getarkan Tanah Air Hingga 6 Kali

Gempa Bumi Pada 15 September, Getarkan Tanah Air Hingga 6 Kali

Gempa bumi yang menggetarkan Tanah Air kembali terjadi pada Rabu, 15 September 2021 dan terjadi sampai pukul 20.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Ada 6 kali getaran yang dirasakan oelh masyarakat Indonesia. Informasi ini seperti yang dikutip pada laman resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau www.bmkg.go.id.

Gempa Bumi Pada 15 September, Getarkan Tanah Air Hingga 6 Kali

Getaran yang pertama kali terjadi di wilayah Sinabang, Provinsi Aceh dengan kekuatan magnitudo 5,6 terjadi pada pukul 03.13 WIB. Kemudian, wilayah lain seperti Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara juga terjadi gempa 3 kali. Gempa pertama dengan kedalaman 4 Km dan berkekuatan magnitudo 2,9 terjadi pada pukul 03.58 WIB. Kemudian disusul kembali terjadi pada pukul 05.55 WIB dan 15.56 WIB.

Berikut rincian informasi terjadinya gempa bumi di Tanah Air menurut data resmi dari BMKG.

Kecamatan Sinabang

Gempa yang terjadi di wilayah Sinabang, Provinsi Aceh ini terjadi pada pukul 03.13 WIB. Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,6 dan kedalamannya mencapai 10 Km dengan pusat gempa berada pada titik 125 Km barat laut Sinabang, Aceh.

Kecamatan Maba

Kecamatan Maba terletak di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara dilanda gempa dengan 3 kali getaran yang terjadi. Getaran yang pertama berkekuatan magnitudo 2,9 dan kedalaman mencapai 4 Km terjadi pada pukul 03.58 WIB.

Diketahui Episenter gempa berada pada titik koordinat 1.12 Lintang Utara (LU)-128.15 Bujur Timur (BT) dan pusat gempa berada di darat 51 Km Barat Laut (BL) Maba. Menurut data BMKG, getaran dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II-III di Subaim.

Kemudian gempa yang kedua terjadi lagi dengan kedalaman 4 Km dan berkekuatan mencapai magnitudo 3,2. Dengan pusat gempa berada di darat 46 Km Barat Laut (BL) Maba. Episenter gempa berada pada titik koordinat 1.08 Lintang Utara (LU)-128.2 Bujur Timur (BT). BMKG menyebutkan bahwa getaran dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II-III di Subaim.

Kemudian gempa terakhir di Kecamatan Maba terjadi pada sore hari pukul 15.56 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,7 dan kedalaman mencapai 7 Km. Diketahui pusat gempa berada di laut 57 Km Barat Laut (Maba) dan BMKG menyatakan, getaran yang dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) III di Subaim. Episenter gempa berada pada titik koordinat 1.15 Lintang Utara (LU)-128.09 Bujur Timur (BT).

Kabupaten Boalemo

Gempa bumi juga dirasakan di wilayah Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo pada pagi hari pukul 07.49 WIB. Diketahui gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,4 dengan pusat gempa berada di laut 85 Km Barat Laut (BL) Boalemo. Kedalaman gempa mencapai 20 Km. BMKG menyatakan, getaran yang dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II di Manado, Bone Bolango, Gorontalo, dan Toli-toli. Lalu MMI II-III di Buol serta MMI III di Boalemo.

Kabupaten Halmahera Timur

Gempa terakhir di Tanah Air juga dirasakan di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara yang terjadi pada pukul 04.03 WIB. Diketahui pusat gempa berada di darat 41 Km Barat Daya (BD) Halmahera Timur. BMKG menyebutkan, bahwa getaran yang dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II-III di Subaim. Episenter gempa berada pada titik koordinat 1.11 Lintang Utara (LU)-128.17 Bujur Timur (BT) dengan magnitudo 3,9 dan kedalaman 5 Km.

Baca juga: Filipina dilanda Bencana Topan Conson, Sejumlah Bangunan Rusak Parah

Antisipasi Terjadinya Gempa Bumi

Antisipasi Terjadinya Gempa Bumi

Sebelum Terjadi Gempa Bumi:

– Pastikan bahwa struktur tanah dan letak rumah Anda aman dari bahaya yang disebabkan oleh bencana alam seperti longsor, gempa bumi, gunung meletus dan lain-lain. Renovasi kembali struktur bangunan tempat tinggal Andaagar bisa terhindar dan meminimalisir resiko bila terjadinya gempa bumi.

– Kenalilah lingkungan tempat Anda bekerja apakah letak pintunya untuk keluar masuknya mudah untuk diakses, lift aatau tangga darurat. Pastikan ada ruang aman untuk berlindung bila terjadi bahaya atau hal-hal yang tidak diinginkan.

– Belajar sedini mungkin untuk berlatih melakukan Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K) dan alat pemadam kebakaran.

– Catat nomor-nomor penting yang bisa dihubungi dengan pihak yang berkaitan bila terjadinya bencana alam gempa bumi.

– Atur perabotan agar menempel kuat di dinding dan tempat yang aman namun mudah di jangkau baik yang berada di rumah maupun di kantor untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti jatuh, roboh, dan bergeser pada saat terjadinya gempa.

– Jika terdapat barang-barang yang berat, usahakan di letakkan di bagian paling bawah. Cek keseimbangan benda-benda yang bergantung di ruangan yang sewaktu-waktu dapat mudah jatuh bila terjadi gempa bumi.

– Simpan bahan-bahan yang mudah terbakar di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak, untuk menghindari agar tidak mudah pecah dan terjadinya kebakaran.

– Biasakan diri untuk selalu mematikan air, listrik, gas dan benda-benda lain yang menggunakan energi listrik bila sudah tidak digunakan.

– Kotak P3K, senter/lampu baterai, makanan dan air harus diletakkan yang seharusnya.

Setelah Terjadi Gempa Bumi:

– Jika posisi Anda setelah terjadinya gempa bumi berada di dalam bangunan yang tingi seperti gedung, keluarlah dari bangunan tersebut dengan tertib dan teratur. Jangan menggunakan lift atau eskalator, gunakanlah tangga darurat. Bila ada yang terluka, lakukanlah P3K dan telepon pihak terkait untuk meminta bantuan jika luka yang dialaminya serius.

– Selalu periksa kembali keadaan sekitar, bila terjadi kebakaran, kebocoran gas, terjadinya hubungan arus pendek listrik, aliran pipa air dan lain sebagainya.

– Jangan memasuki bangunan yang sudah roboh akibat gempa karena kemungkinan bisa terjadi reruntuhan yang terdapat di dalam bangunan tersebut dan jangan sesekali berjalan datau mendekati daerah sekitaran gempa, karena ada kemungkinan gempa susulan akan terjadi. lebih baik berhati-hatilah dan cari tempat untuk berlindung yang aman.

– Selalu perbaharui informasi mengenai gempa bumi dari sumber terpercaya dan mudah terpancing dengan berita-berita palsu.

– Mengisi formulir angket yang diberikan oleh pihak terkait untuk mengetahui seberapa berat kerusakan suatu bangunan yang dialami.

– Ini yang paling penting yakni jangan membuat panik sehingga tidak semua orang ketularan panik dan sellau berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa demi keselamatan dan keamanan kita semua.