Pengertian Angin Topan, Penyebab dan Dampak Angin Topan Serta Cara Menanggulanginya

Pengertian Angin Topan, Penyebab dan Dampak Angin Topan Serta Cara Menanggulanginya

Angin dapat selalu kita temui dimana saja kita berada. Tidak bisa dilihat namun bisa dirasakan oleh panca indera kita. Pada saat hujan, angin akan membuang badan kita menjadi terasa dingin. Ada banyak sekali manfaat angin bagi makhluk hidup seperti contohnya untuk udara yang kita hidrup setiap harinya.

Namun angin bisa menjadi bencana yang sangat mengerikan bagi kita bila angin tersebut bertiupnya terlalu kencang. Sehingga dapat merusak alam lingkungan hidup seperti pohon tumbang, debu pasir berterbangan sangat kencang di atas udara, merobohkan bangunan, dan bahkan bisa membahayakan keselamatan diri kita sendiri serta makhluk hidup lainnya.

Pengertian Angin Topan, Penyebab dan Dampak Angin Topan Serta Cara Menanggulanginya

Peristiwa yang terjadi ketika angin besar itu datang sangat beragam seperti turunnya hujan yang sangat deras, cuacanya mendung, kabut hitam menyelimuti awan-awan, udaranya sangat dingin bahkan tidak menentu dan lain-lain.

Mungkin dari kita semua sudah tidak asing lagi mendengar apa itu angin topan, namun apakah kalian semua tahu pengertian dari angin topan itu sendiri?

Mari kita bahas satu per satu mulai dari Pengertian Angin Topan, Penyebab dan Dampak Angin Topan Serta Cara Menanggulanginya

Angin topan biasa terjadi di wilayah mempunyai iklim yang tropis, angin topan itu sendiri adalah angin yang menghembus dengan daya kekuatan yang sangat kuat dan kencang. Dan terjadi di wilayah-wilayah yang dekat garis balik selatan dan garis balik utara (kecuali yang sangat dekat dengan garis khatulistiwa)

Wujudnya seperti pusaran angin yang sangat kencang dengan kecepatan rata-rata 130km/jam atau lebih. Bahkan data pernah mencatat, di level yang paling tinggi kecepatan rata-rata angin topan bisa mencapai 350 km/jamnya.

Penyebab dan Dampak Terjadinya Angin Topan

Pengertian Angin Topan, Penyebab dan Dampak Angin Topan Serta Cara Menanggulanginya

Dibawah ini adalah penyebab terjadinya angin topan, antara lain:

  1. Angin topan terjadi karena suhu udara yang meningkat yang menyebabkan lapisan atmosfer bumi juga ikut meningkat sehingga terjadinya tekanan udara yang sangat rendah. Seperti di siang hari tepat jam 12.00.
  2. Angin topan bisa terjadi karena penguapan air laut dalam jumlah yang sangat besar. Angin topan ini biasanya terjadi lebih banyak di lautan daripada di daratan.
  3. Angin topan terjadi dikarenakan pusaran angin yang menbentuk hingga berjam-jam lamanya sehingga menimbulkan badai angin topan. Arah pusaran angin tersebut juga tidak terarah maka dari itu di zaman sekarang sudah ada satelit untuk bisa mendeteksi apakah akan terjadi badai angin topan. Hal itu juga bisa menjadi peringatan dini kepada kita.

Dampak yang akan terjadi setelah terjadinya angin topan itu seperti:

  1. Untuk di bidang perhubungan pasti akan terganggu karena mempengaruhi kelancaran dalam bertransportasi, memporak-porandakan bandara, stasiun, pelabuhan dan lain-lain.
  2. Untuk di bidang telekomunikasi, dampak dari terjadinya angin topan tersebut pasti akan sangat mengganggu karena keberadaan sinyal menjadi hilang yang disebabkan beberapa satelit komunikasi tumbang. Dan juga untuk gelombang elektronik lainnya juga pasti akan terganggu.
  3. Untuk di bidang pembangunan, angin topan dapat merusak bahkan merobohkan bangunan-bangunan yang ada. Tiang listrik, tiang telekomunikasi, satelit pemancar lainnya juga pasti akan tumbang diterpa badai angin topan tersebut sehingga menyebabkan beberapa kerusakan di berbagai titik.

Cara Penanggulangan Angin Topan, antara lain:

  1. Untuk meminimalisir dampak buruk bila terjadinya angin topan sebaiknya membuat bangunan dengan pondasi yang kuat dan dalam sehingga kokoh.
  2. Untuk daerah yang rawan terjadinya angin topan, harus dibuatkan SOP agar tidak mudah goyah dan roboh. Akan tetapi jika perlu jangan mendirikn bangunan di wilayah yang rawan akan terjadinya badai angin topan.
  3. Mengadakan pelatihan untuk kesiapsiagaan bencana alam seperti gempa bumi, angin topan dan gunung meletus. Sehingga kita siap bila akan terjadi bencana alam tersebut.
  4. Pemerintah setempat dan di wilayah tersebut seharusnya memasang alat deteksi dini terjadinya angin topan. Untuk mengantisipasi dampak hebat yang akan terjadi setelahnya.

Baca juga↓↓↓

Perlu Diketahui! 5 Cara Efektif Dalam Mencegah Terjadinya Bencana Alam Tanah Longsor

Itulah beberapa informasi mengenai angin topan. Semoga kita semua selalu dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa dari segala bencana alam yang terjadi. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Filipina dilanda Bencana Topan Conson, Sejumlah Bangunan Rusak Parah

Filipina dilanda Bencana Topan Conson, Sejumlah Bangunan Rusak Parah

Tepatnya pada hari Selasa tanggal 7 September 2021, badai yang sangat kuat menghantam sejumlah wilayah di Filipina Timur. Aangin yang berkekuatan sangat besar tersebut menghantam beberapa bangunan hingga usak parah dan menyebabkan pemadaman listrik di sebagian provinsi tersebut.

Filipina dilanda Bencana Topan Conson, Sejumlah Bangunan Rusak Parah

Angin topan itu bernama Topan Conson yang membawa angin berkecapatan hingga 120 kilometer per jam dengan hembusan anginnya mencapai 150 kilometer per jam. Diketahui angin topan tersebut mendarat pertama kali di daerah kota pesisir Hernani yang mmerupakan provinsi Samar Timur. Sebelumnya menghantam provinsi Samar dekat wilayahnya pada Selasa pagi menurut dinas layanan cuaca negara itu. Hingga Rabu pagi, arah mata angin topan itu berada di sekitar kota Dimasalang, provinsi Masbate.

Baca Artikel Lainnya ⇓⇓⇓

Waspada! Maluku Tengah Berpotensi Tsunami Non Tektonik

Filipina Merupakan Salah Satu Negara di Dunia yang Rawan Terjadi Bencana Alam

Filipina Merupakan Salah Satu Negara di Dunia yang Rawan Terjadinya Bencana Alam

“Terima kasih Tuhan Sang Maha Baik, kami di sini hanya mengalami kerusakan kecil,” kata Ben Evardone Gubernur Samar Timur. Ia juga menambahkan bahwa seluruh kantor-kantor pemerintahan ditutup untuk sementara waktu, mengingat bencana alam angin topan Conson masih dapat terjadi di sejumlah wilayah di Filipina.

Pengelola listrik negara Filipina, National Grid Corporation of the Phipippines (NGCP) menyebutkan bahwa sebagian jalur transmisi listrik terdampak angin topan tersebut. Dilaporkan untuk pemadaman listrik terjadi di beberapa wilayah seperti Samar, Samar Timur dan Leyte. Beberapa pejabat setempat juga melaporkan telah terjadinya banjir di sejumlah titik di Kota Tacloban.

Dinas Layanan Cuaca Filipina memeperingatkan bahwa kemungkinan datangnya angin topan tersebut yang merusak dan hujan lebat dalam waktu kurang dari 18 jam di beberapa wilayah di 7 provinsi, termasuk Quezon, Masbate, Albay dan Samar, yang berada di bawah peringatan topan tingkat tiga dari skala sistem lima tingkat. Di wilayah pusat ibu kota Filipina, yakni Manila berada di bawah peringatan topan tingkat satu. Artinya angin topan yang berkekuatan kencang tersebut diperkirakan akan terjadi dalam 36 jam ke depan. Angin Topan Conson diperkirakan akan melemah menjadi badai siklus tropis pada hari Rabu dan Kamis pagi waktu setempat.

Selain 20 topan dan badai melanda Filipina untuk setiap tahunnya, hujan lebat musiman pun sering terjadi di negara ini. Dikarenakan negara Filipina merupakan wilayah yang terletak pada “Cincin Api Pasifik“, gempa bumi, tsunami dan gunung meletus menjadikannya salah satu negara di dunia yang paling rawan terdampak bencana alam.

Catat! Presiden Sudah Alokasikan Dana Rp 2,4 Triliun Untuk Atasi Bencana Alam Tahun 2022

Catat! Presiden Sudah Alokasikan Dana Rp 2,4 Triliun Untuk Atasi Bencana Alam Tahun 2022

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan bermacam-macam puulau dan sangat luas. Selain itu juga, berpotensi terjadinya bencana alam dari Sabang hingga Merauke ditambah permasalahan perubahan iklim yang sangat drastis.

Sehingga dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) untuk tahun anggaran 2022, pemerintah telah mempersiapkan dana sebesar Rp. 2,4 triliun untuk mengatasi segala hal buruk yang terjadi akibat bencana alam, membangun lingkungan hidup, perubahan iklim yang kian hari kian drastis, dan juga menanggulangi dan meningkatkan ketahanan bencana alam.

Catat! Presiden Sudah Alokasikan Dana Rp 2,4 Triliun Untuk Atasi Bencana Alam Tahun 2022

Dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 85 Tahun 2021 menjelaskan bahwa, bencana hidrometeorologi menjadi bencana alam dengan frekuensi yang paling sering terjadi di wilayah Indonesia.

Dengan risiko ini yang akan terus-menerus meningkat seiring dengan tingginya arus urbanisasi dan juga perubahan iklim. Tantangan dan hambatan untuk ke depannya akan semakin berat jika dalam peningkatan risiko bencana ini masih di atas dengan proses bisnis yang seperti sekarang ini (business as usual).

Maka dari itu, ketahanan bencana alam, pembangunan lingkungan hidup, dan juga perubahan iklim ini dalam RKP tahun 2022 memfokuskan pada peningkatan taraf kualitas hidup masyarakat Indonesia yang lebih tangguh dan adaftif dalam mendukung upaya transformasi dan pemulihan akibat dampat dari Covid-19 dalam menuju pembangunan dan peradaban manusia Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Transformasi pascapandemi ini dalam pembangunan lingkungan hidup, ketahan bencana, dan juga perubahan iklim akan dititikberatkan dan difokuskan pada upaya perbaikan kualitas hidup masyakarat dan lingkungan hidup melalui penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Selain itu juga, peningkatan pemantauan kualitas lingkungan yang secara otomatis, perbaikan sistem ketahana bencana yang tanggap terhadap berncana yang bersifat seketika terjadi (sudden onset) ataupun perlahan (slow onset). Juga dalam pelaksanaan pembangunan yang menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang rendah emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Adapun untuk penggunaan dana Rp. 2,4 triliun pada tahun 2022 akan diperuntukkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan limbah B3 dengan anggaran sebesar Rp. 241 miliar dan penguatan sistem peringatan dini terhadap bencana sebesar Rp. 2,1 triliun.

Baca Artikel Terkait: Awas! Beberapa Wilayah RI Ini Berpotensi Tsunami

Jokowi Sebut RI Berpotensi Paling Banyak Dilanda Bencana

Jokowi Sebut RI Berpotensi Paling Banyak Dilanda Bencana

Indonesia berpotensi besar untuk mengalami bencana alam hidrometeorologi yang sangat tinggi. Peristiwa tersebut bahkan dirasakan setiap tahunnya dengan jumlah yang mengalami peningkatan baik secara frekuensi maupun intensitasnya.

Hal tersebut disebutkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat memberikan pengarahan dalam Rakorbangnas Badan Meteorologi, Klimatogi, dan Geofisika (BMKG) yang dilaksanakan secara daring pada haris, 29 Juli 2021.

“Frekuensi dan intensitasnya juga mengalami peningkatan setiap tahunnya, bahkan melompat secara drastis. Negara kita ini mengalami multibencana dalam kurun waktu yang bersamaan,” jelas Jokowi.

Jokowi mengambil ocntoh bahwasanya pada periode tahun 2008 hingga 2016, rata-rata Indonesia sendiri mengalami kebencanaalaman mencapai 5 ribu hingga 6 ribu kali dalam satu tahun. Angka tersebut terus menerus meningkat seiring dengan perkembangan waktu.

“Selain itu, pada tahun 2017 meningkat menjadi sekitar 7.170 kali dan pada tahun 2019 mengalami kenaikan yang sangat signifikan hingga mencapai 11.500 kali,” tuturnya.

Selain itu, Jokowi juga menjelaskan bahwa fenomena alam ini termasuk cuaca yang ekstrem dan siklon tropis juga mengalami peningkatan dalam frekuensi maupun intensitasnya, demikian juga halnya seperti fenomena El Nino atau La Nina.

“Periode ulang pada El Nino atau La Nina yang terjadi pada periode tahun 1981 hingga 2020 cenderung mengalami peningkatan hingga 2 sampai 3 tahunan jika dibandingkan periode sebelumnya yakni pada tahun 1950 hingga 1980 yang berkisar 5 sampai 7 tahunan,” lanjutnya.