Apa itu Tanah Longsor dan Bagaimana Proses Terjadinya?

Apa itu Tanah Longsor dan Bagaimana Proses Terjadinya?

Tanah longsor merupakan salah satu dari sekian banyak bencana alam yang terjadi di bumi. Penyebab terjadinya tanah longsor bisa diakibatkan oleh beberapa faktor. Secara umum disebabkan oleh faktor pemicu dan faktor pendorong. Apalagi jika musim hujan tiba, ada saja kekhawatiran masyarakat akan bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor dan lain-lain.

Gerakan tanah atau longsor adalah kejadian atau peristiwa yang terjadi karena pergerakan tanah dan masa batuan dengan berbagai jenisnya, seperti jatuhnya bebatuan yang besar ataupun gumpalan tanah besar.

Apa itu Tanah Longsor dan Bagaimana Proses Terjadinya?

Saat memasuki musim penghujan biasanya jumlah peristiwa terjadinya tanah longsor meningkat terutama di daerah-daerah yang tanahnya bergelombang dan perbukitan yang sangat terjal dan curam. Berdasarkan data statistik, dalam periode tahun 2005 hingga 2011 tercatat jumlah kasus terjadinya peristiwa alam tanah longsor tersebar di wilayah seluruh Indonesia dengan 889 titik dan mengakibatkan berjatuhan korban jiwa hingga 2584 orang tewas.

Demikian menurut Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Penyebab terjadinya tanah longsor yang harus dipahami dan di antisipasi , agar bisa menjadikan diri sendiri atau orang-orang terdekat lebih waspada lagi untuk kedepannya.

Penyebab Terjadinya Tanah Longsor

1. Curah Hujan yang Tinggi

Hujan yang tinggi dan berlangsung secara terus-menerus dalam kurun waktu yang lama bisa menjadi penyebab terjadinya tanah longsor. Bebatuan dan tanah di sekitaran lereng gunung atau perbukitan akan semakin lemah akibat terkikisnya air hujan yang sangat lebat dan terjadi terus menerus. Setelah melewati musim kemarau yang sangat panjang, biasanya tanah-tanh menjadi sangat kering dan menimbulkan retakan serta rongga-rongga yang terjadi pada tanah.

Ketika memasuki musim hujan, pastinya air hujan yang turun akan masuk ek dalam rongga-rongga dan pori-pori tanah tersebut . Sehingga rongga-rongga dipenuhi dengan air dan terjadilah persegeran pada lapisan tanah. Jika ini terus-menerus terjadi makan tanah akan terkikis dan mengakibatkan erosi serta tanah longsor.

2. Erosi pada Tanah

Penyebab umum yang sering terjadi ada erosi pada tanah. Erosi ini terus mengikis lapisan-lapisan tanah, kaki-kaki lereng sampai terus bertambah curam. Erosi pada tanah pada umumnya disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi, badai, sungai, air bah dan juga gelombang air laut pasang surut dan lain sebagainya.

3. Getaran

gtaran yang terjadi pada tanah bisa disebabkan banyak hal seperti gempa bumi, lalu lintas kendaraan berat, getaran dari mesin, penggunaan bahan peledak, dan bisa juga diakibatkan oleh petir saat hujan deras.

Getaran-getaran ini yang lama-lama jika dibiarkan akan menyebabkan tanah menjadi longsor. Terutama di dataran yang curam seperti lereng perbukitan.

4. Hutan Gundul

Hutan gundul juga bisa menyebabkan terjadinya tanah longsor akibat penebangan sembarangan dan liar yang tidak ditanam kembali pepohonan. Seperti yang kita tahu, fungsi utama pohon apalgi di daerah perbukitan adalah untuk penopang. Karena akar-akar pohon tersebut mampu menopang, menyimpan air dalam jumlah yang banyak dan memperkuat struktur tanah.

Namun apabila semua pepohonan di tebang hingga habis, maka tanah tidak dapat menyerap lebih banyak air dan menyebabkan mudah terkikis sehingga bisa menyebabkan terjadinya tanah longsor.

5. Lereng Bukit dan Tebing yang Terjal

Proses pembentukan tebing terjal atau lereng bukit adalah lewatnya hembusan angin dan air terjadi di sekitarnya, akan berdampak pada pengikisan tersebut. Apakah daerah kalian mengalami hal ini? Jika ya, maka sebaiknya berhati-hatilah, sebab kemungkinan rawan tanah longsor.

Baca juga: Inilah Alasan Kenapa Indonesia Rawan Terjadinya Gempa Bumi

Proses Terjadinya Tanah Longsor

Proses Terjadinya Tanah Longsor

Tanah longsor dapat terjadi apabila air yang meresap ke dalam tanah menyebabkan bobot atau massa tanah bertambah. Kemudian air akan menembus sampai ke bidang miring atau gelincir hingga menyebabkan bergerak keluar ke arah lereng gunung. Apabila gaya pendorong yang terjadi pada lereng lebih besar daripada gaya penahan maka kemungkinan adkan terjadinya longsor.

Gaya penahan itu dipengaruhi seperti kekuatan bebatuan di atas tanah, kepadatan tanah dan jumlah pepohonan yang tumbuh di wilayah tersebut. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh jumlah air yang melebih kapasistas, sudut kemiringan di suatu lereng, dan berat atau beban jenis tanah batuan yang terbentuk di tanah tersebut.

Biasanya peristiwa alam ini terjadi kecita musim penghujan tiba, saat musim kemarau telah usai banyak sekali tanah yang berongga bahkan mengalami keretakan di beberapa wilayah. Nah, ketika air hujan jatuh ke tanah otomatis akan mausk ke dalam pori-pori tanah tersebut, membuat kandungan air yang ada di dalam tanah menjadi jenuh. Air tersebut akan terakumulasi di dasar lereng pegunungan sehinggga memicu gerakan lateral yang dengan mudahnya bergerak menuruni lereng.

Namun, lain halnya jika disekitaran wilayah tersbut tumbuh pepohonan yang banyak dan lebat. Akan akan mengucni dan mempererat serta menyerah kelebihan air tersebut sehingga tanah tidak mudah bergerak. Maka dari itu, untuk daerah seperti di pegunungan, perbukitan, lereng-lereng yang curam harus ditanami penghijauan yang banyak untuk menghindari terjadinya tanah longsor.