Gunung Berapi Merupakan Peristiwa Alam yang Tidak Dapat Kita Hindari

Gunung Berapi Merupakan Peristiwa Alam yang Tidak Dapat Kita Hindari

Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS) merupakan sebuah badan atau agensi ilmiah yang dimiliki oleh pemerintahan Amerika Serikat (AS). Para ilmuwan yang bernaung di dalam badan ini mempelajari lansekap Amerika Serikat, sumber daya alamnya dan juga segala jenis bencana alam yang dapat mengancamnya. Agensi ini mempunyai 4 disiplin ilmu ilmiah yang utama, diantaranya biologi, geografi, air, dan geologi. Organisasi ini adalah suatu badan riset pencari fakta yang tidak memiliki kekuasaan dalam mengaturnya.

Gunung Berapi Merupakan Peristiwa Alam yang Tidak Dapat Kita Hindari

Menurut catatan USGS, mencatat bahwa struktur Bumi yang berada pada wilayah inti bagian luar hingga mantel Bumi yang terdiri dari banyak batuan yang mencair akibat suhu yang sangat panas.

Batuan-batuan cair tersebut akan menjadi magma, terus bergerak naik yang pada akhirnya mengisi ruang magma di bawah kerak Bumi. Jika magma sudah penuh dan tidak dapat terbendung lagi, maka secara otomatis akan keluar sebagai lava melalui gunung berapi.

Nah, untuk energi yang diakibatkan oleh letusan gunung berapi beraneka macam tergantung banyaknya magma yang dikandung. Semakin kencang daya letusannya, berarti magma yang dikandung semakin banyak. Biasanya, energi yang diakibatkan dari letusan bisa sangat masif dan bahkan mempengaruhi kehidupan yang ada di sekitarnya.

Baca juga: Minahasa Tenggara Dilanda Banjir Bandang, Puluhan Rumah Terendam

5 Letusan Gunung Berapi Terhebat, Indonesia Paling Banyak!

5 Letusan Gunung Berapi Terhebat, Indonesia Paling Banyak!

Inilah beberapa letusan yang diakibatkan dari gunung berapi yang paling dahsyat di dunia dan di antaranya Indonesia masuk kategori yang paling banyak. Bahkan daya kekuatannya melebihi bom atom yang pernah terjadi di dunia. Simak penjelasannya berikut ini!

1. Letusan Gunung Pinatubo di Filipina

Gunung Pinatubo merupakan gunung berapi yang aktif dan sangat terkanal di Filipina. USGS mencatat bahwa gunung berapi tersebut pernah meletus dengan sangat dahsyat pada tanggal 15 Juni 1991 lalu di sebuah desa di Filipina.

Setahun sebelum terjadinya letusan hebat tersebut, Filipina dilanda gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 SR yang terjadi di 100 Kilometer Timur Laut Gunung Pinatubo. Penduduk setempat mengkhawatirkan yang akan terjadi di tahun tersebut, karena sudah hampir 500 tahun Gunung Pinatubo tidak meletus.

Tepat pada bulan April 1991, terdapat ribuan gempa yang pernah terjadi persis di bawah kawasan Pinatubo, di mana gempa ini yang mempengaruhi naiknya magma ke atas permukaan dengan ketinggian 32 Kilometer. Puncaknya terjadi di bulan Juni, di mana Gunung Pinatubo meletus dan mengeluarkan ratusan ribu ton gas sulfur dioksida.

Pada bulan yang sama, jutaan meter kubik magma meledak dalam sebuah letusan yang sangat dahsyatsejak letusan Pinatubo 500 tahun yang lalu. Awan abu yang dilontarkan mencapai 35 Kilometer hingga ke udara, angin yang meniup abu tersebut sampai ke perairan Samudera Hindia.

Sebanyak 20 juta ton gas sulfur juga terlontar ke udara bebas, membuat desa di sekitarnya hancur dan tak dapat ditinggali dengan jangka waktu yang cukup lama. Untungnya, bencana alam ini sudah diprediksikan oleh para ahli geologi dari negara Amerika Serikat pada sebelumnya, sehingga bisa meminimalisir banyaknya korban jiwa berjatuhan.

2. Letusan Gunung Vesuvius di Italia

Letusan Gunung Vesuvius ini menghancurkan hampir seluruh bagian kota Pompeii yang berada di Italia dan merupakan salah satu letusan gunung berapi yang paling hebat yang pernah terjadi di sepanjang sejarah manusia. Gunung Vesuvius tercatat sudah meletus lebih dari 50 kali dan letusan yang paling dahsyat terjadi pada tahun 79 Masehi.

Seluruh kota bersejarah Pompeii telah tertutup oleh lahar panas dari gunung tersebut. Bahkan kegelapan menyelimuti kota itu dalam jangka waktu yang lama. Dengan semburan abu panas yang sangat beracun itu yang bergerak dengan kecepatan 140 km per jam, akan membuat siapa saja pasti terkubur hidup-hidup tanpa bisa selamat.

Akibat dari letusan yang sangat dahsyat itu, seluruh Kota Pompeii terkubur oleh abu vulkanik dan kurang lebih 17 ribu orang tewas dalam peristiwa mengenaskan itu. Setelah ratusan tahun lamanya, Kota Pompeii dan kota-kota kecil lainnya yang berada di sekitarnya telah menjadi kota yang tinggal kenangan.

3. Letusan Gunung Tambora di Indonesia

Letusan Gunung Tambora tercatat dalam sejarah dunia yang menjadi salah satu letusan gunung berapi terbesar dan paling dahsyat di dunia. Tepatnya pada bulan April 1815 letusan gunung tersebut melontarkan abu, batuan, lava dan gas-gas paling beracun sebanyak 150 km kubik. Selain itu juga ada belerang dengan jumlah 70 megaton yang terhempaskan bebas ke angkasa.

Peristiwa dahyat ini memberi dampak global bagi dunia, yakni subu di seluruh permukaan Bumi sebesar 3 derajat Celcius. Korban jiwa yang diakibatkan dari letusan gunung berapi ini mencapai hingga 100 ribu jiwa.

10 ribu orang meninggal langsung akibat letusan ini, dan sekitar 90 ribu orang meninggal akibat kelaparan karen atidak adanya bahan pangan utama yang diakibatkan oleh letusan gunung itu. Pepohonan dan tanaman tidak dapat tumbuh lamanya dengan baik pasca terjadinya letusan. Hal ini juga berdampak dan mempengaruhi jumlah pangan di seluruh dunia.

Buruknya lagi, setahun setelah terjadinya letusan gunung Tambora tersebut, hampir sepanjang satu tahun lamanya sinar Matahari tidak bisa menjangkau permukaan Bumi. Akibatnya, setahun itu merupakan tahun yang dilalui tanpa adanya musim panas. Cuaca dingin terjadi dimana-mana yang membuat para petani dan peternak gagal panen sehingga menimbulkan bencana kelaparan di seluruh wilayah tersebut.

4. Letusan Gunung Krakatau di Indonesia

Masih di Indonesia, Letusan Gunung Krakatau ini terjadi tepat pada bulan Agustus 1883. Dalam sejarah peradaban manusia, letusan Gunung Krakatau ini dianggap sebagai letusan yang paling hebat dan terdahsyat yang pernah terjadi di muka bumi.

Diperkirakan ada sekitar 50 ribu korban jiwa yang meninggal akibat bencana gunung meletus itu. Letusan yang diakibatkan gunung Krakatau itu juga menurunkan suhu global, sehingga rata-rata suhu di belahan dunia manapun menjadi lebih dingin walaupun sedang terjadi musim panas.

Bahkan, letusan gunung Kratau ini juga terdengar jelas sampai ke Benua Australiadan dengan radius sejauh 4.500 Km. Bencana alam ini melontarkan banyak material vulkanik ke udara bebaskurang lebih sejauh 40 Km dengan kecepatan rata-rata 100 Km per jam nya.

Letusan yang sangat dahsyat ini mendapatkan peringkat ke-6 dalam Volcano Explosion Index, yang artinya setara dengan ledakan 200 megaton TNT. Juga ledakan semacam ini memiliki kekuatan puluhan ribu kali lebih dahsyat dan hebat jika dibandingkan dengan bom atom yang pernah terjadi di Kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

5. Letusan Gunung Toba di Indonesia

Ternyata, letusan gunung Krakatau dan gunung lainnya bukanlah letusan yang paling hebat. Nyatanya, ada lagi letusan yang paling hebat dan kuat yakni Letusan Gunung Toba. Untungnya, letusan gunung Toba ini yang sangat super dahsyat terjadi di masa purba, yakni pada 73 ribu hingga 75 ribu tahun yang lalu.

Saking hebatnya, letusan gunung tersebut dapat membentuk sebuah perairan yang sangat besar yang dikelilingi oleh daratan. Kini, wilayah tersebut kita kenal sebagai Danau Toba yakni sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.

Bahkan, banyak ilmuwan juga mengatakan bahwa akibat dari letusan gunung Toba tersebut, peristiwa kepunahan manusia purba yang berada di benua Afrika hampir terjadi.

Dalam catatan National Geographic, ada seorang ahli geologi yang berasal dari University of Nevada pernah mengatakan bahwa letusan gunung Toba merupakan letusan yang paling dahsyat yang pernah terjadi dalam 2 juta tahun terakhir. Letusan Gunung Toba memiliki kekuatan ribuan kali lebih kuat dibandingkan dengan letusan Gunung Krakatau.

Jika dianalogikan dengan bom atom yang pernah dijatuhkan di Kota Hiroshima, Jepang, maka dibutuhkan paling sedikit 6 juta bom atom Hiroshima untuk bisa menyamakan kekuatan ledakan yang dihasilkan oleh Gunung Toba. Banyak sekali spesies yang punah pada saat itu. Dengan kurun waktu yang lama, sinar Matahari tidak bisa menembus Bumi akibat dari tebalnya abu vulkanik yang menutupi hampir seluruh bagian permukaan Bumi yang terdampak oleh letusan Gunung Toba tersebut.

Hal tersebut membuat Bumi diselimuti dengan kegelapan dengan waktu yang cukup lama, meskipun pada siang hari. Banyak sekali spesies tanaman mati saat itu dan bahkan kemampuan manusia purba juga sudah mencapai batas maksimalnya. Makanya, para ahli sepakat bahwa jumlah dari populasi manusia purba telah punah sampai dengan 90 persen dari total keseluruhannya.

Itulah beberapa informasi penting mengenai letusan gunung berapi yang pernah tercatat oleh sejarah peradaban manusia hingga saat ini. Ternyata, kekuatan yang dihasilkan oleh letusan-letusan gunung berapi tersebut sangat masif dan bahkan bisa membuat kehidupan makhluk hidup punah seketika pada saat itu juga.